Pedagang Jagung Rebus Keliling ditengah Pandemi

Covid-19 mengharuskan semua orang untuk dirumah saja. Walaupun dalam situasi ini, banyak orang yang memaksa keluar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.



Ibu Jaiyah (30) sangat bersemangat berjualan jagung rebus keliling dikampungnya.
"karena jagung rebus bukan hanya dicintai satu kalangan, tapi juga dicintai semua kalangan, baik anak-anak, remaja, ibu-ibu, bapak-bapak, semua kalangan menyukainya." jelas Ibu Jaiyah, Sabtu 18 April 2020.

Ibu Jaiyah sudah bersuami dan memiliki 2 orang anak, beliau menjual jagung rebus karena ada peluang yang besar dikampungnya, sebagaimana belum ada satupun orang yang menjual jagung rebus.

Jagung rebus yang dijual Ibu Jaiyah seharga Rp. 2000,00 per satu buah jagung. Beliau selalu berkeliling kampung sekitar pukul 13.00-14.00. Jagung yang dijualnya selalu habis tidak tersisa sesudah beliau berjualan. Walau panas terik Ibu Iyah tidak pernah patah semangat untuk berkeliling kampung dari pintu ke pintu dia datangi.

Disamping itu suami Ibu Iyah juga mencari nafkah dengan menjadi ojek. Sebelum mengojek suami Ibu Iyah berbelanja jagung pagi sekali agar mendapatkan jagung yang masih segar dipasaran. Kemudian Ibu Iyah merebusnya dan berkeliling siang hari.

Di umurnya yang masih muda, Ibu Iyah juga harus merawat ibunya yang sedang sakit-sakitan, tidak terkecuali dua orang anaknya. Pelanggannyapun banyak hampir semua pintu keluarga adalah pelanggan setia Ibu Iyah.

Terlebih dari itu Ibu Iyah juga selalu memasarkan jagung rebusnya ke pasar. Jika dagangannya belum habis, beliau memberikannya kepada fakir miskin yang membutuhkan.

Walaupun pandemi ini mengharuskan semua orang untuk dirumah, tetapi Ibu Iyah harus tetap berkeliling kampung demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Rupanya pandemic ini tidak menghilangkan semangat Ibu Iyah untuk terus berjuang.

Jika suatu saat Ibu Iyah tidak berkeliling, pelanggan setianya akan merasa kehilangan karena mereka tidak bisa menyantap jagung rebus seperti biasa.

“Gapapa panas terik, yang penting pelanggan saya senang” Ujarnya.
Sebelumnya jualan jagung rebus ini hanya untuk sampingan dalam segala aktivitasnya, tetapi karena pelanggannya banyak dan selalu puas dengan layanan Ibu Iyah, kemudian beliau menjadikannya sebagai usaha tetap.

Ibu Iyah menjalankan  usaha ini dengan hati yang lapang tanpa paksaan.

Penulis : Cita Permatasari

Post a comment

0 Comments