Work from home, karyawan tambah produktif atau tambah malas ?

Work From Home (WFH) – Belakangan ini, istilah work from home (WFH) kerap menjadi istilah yang banyak diperbincangkan. Himbauan dari pemerintah untuk menerapkan sistem work from home ini diupayakan agar masyarakat tetap bisa menjalankan social distancing agar dapat meminimalisir penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang tiap harinya terus meningkat. Hampir seluruh perusahaan besar di seluruh dunia telah memberlakukan sistem pekerjaan jarak jauh atau work from home (WFH). Mulai dari Google, Microsoft, Twitter, Hitachi, Apple, Amazon, Chevron, maupun Spotify adalah perusahaan global yang dalam beberapa waktu terakhir meluncurkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home di tengah penyebaran Covid-19.Work from home telah diterapkan sejumlah perusahaan di Indonesia . Konsep ini pun ternyata tidak hanya dilakukan perusahaan swasta saja, tetapi Presiden dan jajaran Kementeriannya juga turut melakukan hal yang sama.


Banyak yang menyambut gembira keputusan pemerintah yang satu ini. Namun, cukup banyak juga karyawan yang merasakan produktivitasnya menurun saat beberapa hari work from home. Banyaknya hal-hal yang mengganggu konsentrasi membuat para pekerja sulit menyelesaikan pekerjaannya, padahal deadline sudah menunggu. Kerja di rumah bisa membuat orang merasa kesepian karena social distancing. Banyak orang jadi mager juga. Eits, jangan malas! Kamu bisa, lho, meningkatkan produktivitas saat WFH.Memang akan ada banyak distraksi, baik itu camilan di atas meja, tiduran sambil nonton Netflix, ataupun keluarga yang mengajak ngobrol tanpa henti.


5 tips untuk meningkatkan produktivitas saat melakukan WFH 
- mandi dan dandan seperti ke kantor                                

Kerja dari rumah berarti bisa bekerja tanpa harus mandi dan bisa memakai pakaian tidur atau pakaian rumah. Namun, hal ini adalah salah satu penyebab kamu nggak bisa produktif! Mandi, berdandan, dan memakai pakaian untuk pergi atau ngantor ampuh buat mengubah pola pikirmu. Kamu juga akan merasa lebih segar, tidak ngantuk, dan siap untuk menyelesaikan berbagai tugas kantor. Dijamin, deh, kalau psikologismu akan lebih siap utuk bekerja.Begitu selesai bekerja, nih, kamu bisa mengganti baju kembali dengan baju rumah. Mengganti baju akan membuatmu sadar bahwa jam kerja sudah usai dan kamu bisa bersantai.

- menyediakan space khusus untuk bekerja                                
Kalau kamu tinggal di rumah, nih, atur area kerja tersendiri yang akan membantumu fokus sekaligus tidak terganggu oleh kehadiran orang rumah Kasur atau sofa sudah diasosiasikan sebagai tempat bersantai oleh otakmu sehingga otomatis kamu jadi malas bekerja saat berada di dekatnya. Saatnya memisahkan area kerjamu dari beberapa titik yang mengganggu seperti ruang makan, tempat cuci baju, ataupun di dekat ruang TV. Bekerjalah di area khusus itu setiap hari agar pikiranmu nggak kebingungan mencari-cari tempat nyaman untuk bekerja di sekitar rumah. Kamu perlu fokus untuk meningkatkan produktivitasmu! Setelah jam kerja usai, segera bereskan barang-barangmu agar kamu bisa benar-benar istirahat dan ‘pulang’ dari area kerjamu.

- pakai earphone noise-canceling                                 
Bekerja dari rumah membuatmu sensitif terhadap suara yang bisa mengganggu konsentrasimu, seperti suara kendaraan di jalan, suara jam, atau suara anggota keluarga dan teman kost. Headphone yang bisa cancelling noise akan mengeliminasi berbagai macam suara tersebut.                               

-kunci sosmed saat jam kerja                                 
Jangan biarkan berbagai aplikasi media sosial menghambat produktivitas! Sembunyikan dulu aplikasi tadi dari bagian home ponselmu atau masukkan ke dalam folder-folder. Kamu juga bisa log out dari semua akun saat jam kerja, atau pakailah aplikasi untuk untuk mengunci media sosial di jam-jam tertentu. Dengan begitu kamu bisa lebih fokus bekerja dan pekerjaan semakin cepat selesai tandanya semakin banyak waktu untuk bersantai!                            

- pikirkan cara komukasi tepat dengan partner kerja                       
Selain dirimu sendiri, ya, ingatlah bahwa kamu bekerja dengan rekan kantor. Kadang komunikasi lewat chat dan e-mail di saat WFH kurang produktif. Untuk mendapatkan ‘cita rasa’ kerja yang normal, coba lakukan berbagai cara yang membuat kita dan rekan kerja semakin mudah berkomunikasi. Memang komunikasi digital akan terasa jaraknya, namun hal ini kembali bergantung kepada bagaimana tim dan kamu bisa berkomunikasi. Gunakan saja berbagai aplikasi chat dan video conference untuk kantor seperti Slack, Zoom, atau Google Hangouts. Video call dengan screen sharing sangat efektif karena membuat orang fokus terhadap topik yang kamu bicarakan.                                        
Ternyata meningkatkan produktivitas saat bekerja dari rumah bergantung bagaimana kamu memengaruhi otakmu. Keadaan psikologis memang sangat berperan besar di sini. Jadi, kamu harus bisa membuat mentalmu siap untuk bekerja setiap hari dengan rutinitas yang sama seperti di kantor.

Post a comment

0 Comments