Bahasa Indonesia Sebagai Pemersatu Bangsa dalam Presfektif Islam


Komunikasi adalah hal yang tidak dapat dihindari oleh manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain untuk dapat melengkapi kebutuhan guna keberlangsungan hidupnya. Untuk dapat mencapai kebutuhan tersebut manusia harus dapat melakukan komunikasi yang jelas dan efektif untuk mencapai tujuannya. Komunikasi tidak hanya dilakukan secara lisan, keberlangsungan kehidupan sehari hari seperti berjabat tangan, memberi hadiah, dan kumpulan kumpulan majelis. Tentunya dengan banyaknya perbedaan cara komunikasi mempersulit komunikasi jika dilakukan lintas suku, bangsa atau Negara. Tentunya perbedaan suku membuat perbedaan budaya dan cara untuk berkomunikasi. Itulah yang terjadi di Indonesia pada masa jauh dari kemerdekaan. Hingga timbulah bahasa pemersatu untuk merekatkan bangsa ini, dengan begitu komunikasi antar masyarakat dapat berjalan dengan lancar tanpa terbatas oleh perbedaan bahasa.

Dengan beranekaragamnya manusia yang dilahrikan di dunia ini, terjadi banyaknya perbedaan di tengah-tengah kita. Mulai dari perbedaan yang mendasar seputar yang ada pada setiap individu, seperti warna kulit, bentuk rambut, suku, budaya, agama dan ras, sampai pada perbedaan yang sangat kompleks mengenai bagaimana cara pandang dan cara berfikir setiap individu. Dalam setiap perbedaan tersebut terdapat banyak nilai dan pesan yang terkandung bagi setiap individu, toleransi perbedaan adalah salah satu nilai yang dapat diambil di dalam kebergaman tersebut. 

Perbedaan yang paling mendasar yang akan ditelaah pada tulisan ini adalah seputar perbedaan budaya dalam konteks komunikasi bisnis, bagaimana individu atau kelompok dapat menyampaikan dan menerima pesan dengan individu atau kelompok lain yang memilik perbedaan budaya, sehingga komunikasi lintas budaya ini dapat berjalan dengan efektif. Yang perlu diketahui dari komunikasi dan budaya adalah sebuah hubungan yang memiliki timbal balik dan keterkaitan antara satu dengan yang lainnya, sehingga tidak dapat dipisahkan layaknya dua mata koin.

Keberanekaragaman yang dimaksud juga ada pada cara berkomunikasi yang disatukan oleh bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Indonesia sendiri mempunyai 652 bahasa yang tersebar diseluruh Nusantara . Hal ini tentu akan dirasa sulit sehingga para pemuda mendeklarasikan naskah sumpah pemuda untuk mengangkat bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu diantara banyaknya bahasa di Indonesia untuk menyamakan bentuk komunikasi. 

Komunikasi dalam pembahasan kali ini adalah komunikasi secara lisan maupun tulisan. Yang bertumpuan terhadap penggunaan bahasa Indonesia dalam keberlangsungan komunikasi dinegara Indonesia. Sejarah Bahasa Indonesia.Indonesia yang merdeka sejak 17 Agustus 1945 adalah bangsa yang memunyai beragam budaya dan bahasa. Menurut Badan Pusat Statistik jumlah suku bangsa yang ada di Indonesia berjumlah 1.340 suku yang tersebar di seluruh nusantara. Suku jawa adalah suku terbesar dengan jumlah 41% dari suku suku yang ada di nusantara .bukan hanya di Nusantara sebagian suku jawa tersebar di Benua Eropa tepatnya di Negara Suriname. Keanekagaraman ini lah yang membuat negara indonesia kaya akan budaya namun tetap pada satu tujuan guna mencapai kesatuan. 

Keberanekaragaman itu diikat oleh slogan Bhikneka Tunggal Ika yang tertera pada lambang pancasila sebagai simbol negara. Yang sebelumnya diawali dengan ikrar sumpah pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 1928. Yang berisi tentang pernyataan sikap para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia yang beraneka ragam dalam 3 hal utama. 

Dari sumpah pemuda lah bahasa Indonesia dilahirkan dengan semangat persatuan yang dibawa oleh para pemuda dari berbagai daerah di Nusantara. Hal ini lah yang nantinya mendorong bahasa Indonesia dikaji dan dibahas kembali hinga akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945 Bahasa Indonesia disahkan sebagai bahasa nasional bangsa Indonesia dengan sahkannya Undang Undang Dasar 1945, pasalnya sendiri tertulis dalam bab XV pasal 36 yang bunyinya Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih .

Bahasa Indonesia sendiri berasal dari bahasa melayu yang tumbuh dan berkembang sejak zaman dahulu yang telah digunakan untuk berhubungan (lingua franca) yang lingkupnya hampir mencakup seluruh kawasan di Asia Tenggara.yang telah dibuktikan oleh banyak prasasti prasasti abad ke 7 yang di temukan dan di teliti diantaranya Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. 

Bahasa Melayu kuna sendiri bukan hanya digunakan oleh dikerajaan Sriwijaya saja, kerajaan kerajaan di pulau jawa pun sudah menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa kerajaannya dengan ditemukannya prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna. 

Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek. Oleh sebab itu bahasa penyebutan asal bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu. Sesuai perkembangannya bahasa melayu telah mempengaruhi dan mendorong rasa persaudaraan yang ada di wilayah nusantara. Hal ini semakin kuat ketika sumpah pemuda dan akhirnya dikokohkan setelah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Pengertian Komunikasi Secara Umum

Komunikasi Menurut terminologi berasal dari kata communicare yang berarti “untuk membuat kesamaan” atau “untuk berbagi”. Dalam bahasa Latin disebut dengan communication atau communis yang artinya “sama” atau menurut psikolog Raymond S. Ross  Merujuk pada pengertian istilah komunikasi, didefinisikan sebagai proses transaksional yang meliputi pemisahan, dan pemilihan bersama lambang secara kognitif, begitu rupa sehingga membantu orang lain untuk mengeluarkan dari pengalamannya sendiri arti atau respons yang sama dengan yang dimaksud oleh sumber”.
Menurut Anwar Arifin komunikasi adalah jenis proses sosial yang erat kaitannya dengan aktivitas manusia serta sarat akan pesan maupun perilaku. Skinner turut beropini tentang komunikasi sebagai suatu perilaku lisan maupun simbolik dimana pelaku berusaha memperoleh efek yang diinginkan. Sedangkan menurut Forsdale komunikasi adalah jenis proses sosial pembentukan pemeliharaan serta pengubahan sesuatu sesuai dengan tujuan agar sinyal (maksud) yang dikirimkan berkesesuaian dengan aturan. 

Kata Komunikasi sendiri dalam bahasa arab diistilahkan dengan Tawashul atau Washala yang berarti sampai. Tawashul adalah proses pertukaran informasi yang dilakukan oleh dua pihak sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh kedua belah pihak yang melakukan komunikasi.

Komunikasi Menurut Pandangan Islam

Istilah lain dalam bahasa Arab untuk merujuk istilah komunikasi adalah ittishal yang lebih menekankan pada makna ketersambungan pesan. Dalam ittishal, jika pesan yang dikirimkan oleh komunikator sampai dan bersambung pada komunikan/komunikate, maka itulah komunikasi dan tidak harus terjadi feedback atau umpan balik.

Dari pengertian di atas komunikasi dapat di definisi kan sebagai proses dari aktivitas sosial untuk menghubungkan manusia baik secara individu maupun kelompok dengan cara yang disepakati agar informasi atau opini yang disampaikan dapat dimengerti. Dalam islam sendiri komunikasi adalah hubungan yang dibangun dengan prinsip prinsip islam  yang memiliki roh kedamaian, keramahan, dan keselamatan . Yang dirujuk dari pedoman utama umat islam yaitu Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.

Penggunaan bahasa Indonesia dinilai telah serasi dengan pengertian ilmu komunikasi karena bahasa Indonesia adalah cara dan sarana yang digunakan masyarakat untuk memberikan informasi, opini dan lainnya agar dimengerti oleh satu dengan yang lain.

Dalam presfektif islam sendiri bahasa Indonesia dianggap bahasa yang sopan yang mengandung kedamaian dan keramahan serta keselamatan. Hal ini dapat diketahui ketika kita melihar sejarah munculnya bahasa Indonesia sebagai Bahasa resmi negara Indonesia. Bahasa melayu yang di kembangkan dengan berbagai bahasa dan kultur yang ada di Nusantara ini mempunyai berbagai macam dialek yang menyesuaikan dengan karakteristik penguna nya di wilayah yang berbeda beda namun masih dalam bahasa yang sama hal ini yang mendorong perdamaian dan keramahan karena dengan adanya dan diresmikan bahasa Indonesia oleh perwakilan pemuda dan para perumus dasar dasar negara yang mewakili Masyarakat Indonesia sebagai bahasa remi Negara Indonesia yang mengartikan setiap masyrakat menerima dan siap menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa negaranya yang berbentuk Kesatuan.

Penerapan Bahasa Indonesia untuk komunikasi lintas budaya.
Bahasa digunakan dalam berbagai aspek kehidupan baik formal maupun non-formal. Hal ini menjadikan bahasa sebagai salah satu sarana dalam berkomunikasi. Terkhusus bahasa Indonesia. seperti yang kita ketahui bahwasaanya komunikasi lintas budaya adalah komunikasi yang dilakukan dalam dunia bisnis dengan memperhatikan faktor faktor budaya disuatu daerah, wilayah ataupun negara. Penggunaan bahasa indonesia sendiri adalah satu pendorong penyamaan presepsi dalam mendalami budaya yang ada di Indonesia.

Melalui pemahaman lintas budaya, akan ditarik serat-serat perbedaan atau persamaan lintas budaya secara individu atau masyarakat, dapat pula di identifikasi unsur-unsur yang dapat melanggengkan komunikasi. Tentu saja untuk memahami budaya orang lain, setiap perilaku komunikasi harus terlebih dahulu memahami budayanya sendiri. Dengan kesadaran lintas budaya, selanjutnya akan muncul sikap saling menghargai bagi setiap kebutuhan, aspirasi, perasaaan dan masalah manusia. Komunikai lintas budaya (cross-cultural communication) atau sering juga disebut dengan istilah komunikasi antar budaya bersifat informal, personal dan tidak selalu terikat antar bangsa atau antar negara.

Adapun komunikasi lintas budaya sendiri didefinisikan sebagai: 

1. Komunikasi yang dilakukan oleh dua kebudayaan atau kebih 
2. Komunikasi yang dilakukan sebagai akibat dari terjalinnya komunikasi antar unsur kebudayaan itu sendiri, seperti komunikasi antar masyarakatnya.

Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka (Hafied Cangara).

Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. (E.B Taylor)

Lintas Budaya adalah proses dimana dialihkan ide atau gagasan suatu budaya yang satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya dan hal ini bisa antar dua kebudayaan yang terkait ataupun lebih, tujuannya untuk saling mempengaruhi satu sama lainnya, baik itu untuk kebaikan sebuah kebudayaan maupun untuk menghancurkan suatu kebudayaan atau bisa jadi sebagai tahap awal dari proses akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan yang baru)”.

Perbedaan-perbedaan ekspektasi budaya dapat menimbulkan resiko yang fatal, setidaknya akan menimbulkan komunikasi yang tidak lancar, timbul perasaan tidak nyaman atau timbul kesalahpahaman. Akibat dari kesalahpahaman-kesalahpahaman itu banyak kita temui dalam berbagai kejadian yang mengandung etnosentrisme dewasa ini dalam wujud konflik-konflik yang berujung pada kerusuhan atau pertentangan antar etnis. Sebagai salah satu jalan keluar untuk meminimalisir kesalahpahaman-kesalahpahaman akibat perbedaan budaya adalah dengan mengerti atau paling tidak mengetahui bahasa dan perilaku budaya orang lain, mengetahui prinsip-prinsip komunikasi lintas budaya dan mempraktekkannya dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Dalam hal ini bahasa indonesia sebagai pemersatu dan pemahaman antar budaya secara umum. Bagaimana ia dapat berkomunikasi dengan standart bahasa yang telah ditetapkan. 
Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang resmi ditetapkan dan tertuang pada Undang Undang Dasar 1945 Bab XV pasal 36. Bertujuan sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan budaya. Agar komunikasi antar budaya yang ada di Indonesia bisa dimengerti antar budaya, karena ada nya pemahaman maka komunikasi dapat berjalan dengan lancar. 
Dalam kaitanya pandangan islam. Nilai syariat yang perlu diperhatikan adalah bagaimana komunikasi itu berjalan dengan baik dan tidak ada tujuan kecuali mendekatkan diri kepada allah. Dan juga tidak ada maksud dan tujuan lain kecuali untuk membangun pemahaman atas  berbagai kebudayaan yang ada di Indonesia. penggunaan bahasa indonesia sendiri dianggap baik karena karakternya yang lembut dan tidak keras menjadikan orang orang mudah untuk mempelajarinya.
Dalam kaitanya dengan bisnis, bahasa Indonesia digunakan untuk pemahaman produk atau jasa yang ditawarkan dengan baik dan jelas. Karena semua warga Indonesia mengerti dan memahami bahasa Indonesia.

Post a comment

0 Comments