KOMUNIKASI ALA RASULULLAH DALAM ORGANISASI/TIM

Pengertian Komunikasi

Komunikasi memiliki begitu banyak definisi, para ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai apa itu komunikasi sesuai dengan sudut pandang mereka masing-masing. Komunikasi merupakan akar dari kata latin yaitu communicatio (berpartisipasi, memberitahukan), communicatus (berbagi milik bersama), communis (milik bersama, berlaku dimana-mana), atau juga communico yang artinya membagi, yaitu membagi gagasan, ide, atau pikiran. Menurut kamus besar bahasa indonesia (1995) komunikasi adalah pengiriman serta penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

Sedangkan menurut kamus Oxford (The Oxford English Dictionary) komunikasi adalah pemberian, atau pertukaran ide, pengetahuan, informasi, dan sebagainya. Beberapa definisi komunikasi menurut para ahli diantaranya:

1. Proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain (Carl.I.Hovland).
2. Proses memahami dan berbagi makna (Judy C Pearson & Paul E Melson).
3. Pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami (Prof. Dr. Alo Liliweri).
4. Seni untuk menyampaikan informasi, dan ide-ide seseorang kepada orang lain (M. Djenamar).
5. “saling berbagi informasi, gagasan, atau sikap” (Wilbur Schramm).

Namun definisi komunikasi yang paling populer adalah dari Harold Lasswell yang mengatakan  bahwa komunikasi adalah siapa mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan pengaruh apa, “who says what in which channel to whom and with what effects”. Definisi Harold Lasswell menjadi sangat populer dikarenakan definisi ini dirasa paling lengkap diantara definisi-definisi lain.di dalamnya terdapat proses dan elemen komunikasi.

Secara sederhana, komunikasi adalah cara untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, pesan itu sendiri bisa berarti informasi, pemberitahuan, ilmu pengetahuan, ide, gagasan, hasutan, dan lain-lain. Pesan adalah kata kunci pada komunikasi karena pesan adalah sesuatu yang ingin disampaikan kepada pihak lain sehingga ketika kita menyampaikan pesa tersebut maka munculah proses komunikasi. 

Pengertian Organisasi

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunkan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan dalam organisasi. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:

1. James D. Mooney mengatakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
2. Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Jadi, Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang ditandai dengan adanya  struktur pembagian tugas, stuktur tata hubungan kerja antar kelompok, maupun kejelasan tanggung jawab. Hal ini dilakukan agar tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi tersebut dapat dicapai dengan mudah.

Pengertian Komunikasi Organisasi 

Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan kepentingan. Sedangkan komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Dapat disimpulkan, komunikasi antar organisasi adalah komunikasi antar anggota dalam konteks organisasi dengan ditandai adanya jaringan pesanyang bersifat ketergantungan satu sama lain, dimana pesan atau informasi dalam organisasi ini sangat dibutuhkan anggota dalam mencapai tujuan organisasi.

Pola Komunikasi Ala Rasulullah

Ketika Nabi Muhammad diangkat sebagai rasul, beliau mulai berseru mengajak menyembah kepada Allah dan mengajak untuk masuk Islam secara sembunyi-sembunyi. Beliau mulai mengajak keluarga, sahabat, serta orang-orang dekat beliau. 

Orang yang pertama kali beriman kepada Nabi Saw dari kalangan perempuan adalah istrinya Sayyidah Khadijah ra. Ia adalah orang yang pertama kali mendengar wahyu dari lisan Rasulullah, dan orang yang pertama kali membaca Al-Qur’an setelah ia mendengarnya dari Rasulullah.

Setelah Sayyidah Khadija ra beriman, Ali bin Abu Thalib pun beriman dari kalangan anak-anak, kemudian ada Zaid bin Haritsah Alkalbi dia adalah orang yang pertama kali beriman dengan dakwah Nabi saw dari kalangan budak. Demikian juga semua anak-anak Nabi saw segera masuk Islam yaitu Zainab, Ummu Kultsum, dan Ruqayyah. Dengan demikian rumah Nabi saw menjadi keluarga pertama yang beriman kepada Allah saw yang tunduk kepada syariat-Nya dalam Islam. Rumah Nabi memiliki keudukan utama dalam sejarah dakwah Islam. 

Setelah keluarganya, Abu Bakar ash-Shiddiq adalah orang pertama yang beriman kepada Nabi dari kalangan laki-laki yang merdeka dan terpandang. Nabi melanjutkan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi, mengajak sejumlah pengikut dan pendukung dari kalangan kerabatnya dan teman-temannya, khususnya orang-orang yang turut serta secara sembunyi-sembunyi, setelah mereka memeluk Islam. Inilah tahap tersulit dalam dakwah Rasulullah yang muncul di dalamnya kesukaran dan kesusahan dalam pergerakan dakwah.

Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam  dilakukan secara bertahap, yang dapat dibagi menjadi dua periode, yaitu: periode Mekkah yang berjalan kira-kira 13 tahun dan periode Madinah, berjalan selama 10 tahun penuh.

Tahap kedua, dakwah semi terbuka. Dalam tahap ini Rasulullah menyeru keluarganya dalam ruang lingkup yang lebih luas (Bani Hasyim) berdasarkan QS. Asy-Syu’ara ayat 214 yang artinya “dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”. Yang menjadi sasaran utama seruan ini adalah Bani Hasyim. Setelah itu Rasulullah memperluas jangkauan seruannya kepada seluruh penduduk Makkah.

Tahap ketiga, dakwah terang-terangan. Dakwah terang-terangan ini ditandai dengan turunnya QS. Al-Hijr; 15 ayat 94, ayat ini merupakan perintah dakwah secara terbuka kepada penduduk Makkah, Rasulullah terus memperluas jangkauan kegiatan dakwahnya, tidak lagi terbatas pada keluarga dan penduduk Makkah, melainkan kepada setiap orang yang datang berziarahke Ka’bah di kota Makkah terutama pada musim haji.

Setelah tiga tahun dakwah berjalan secara rahasia dan bersifat individual, dengan metode dakwah yang dipakai adalah metode dialog (hiwar) dengan bersandarkan pada interaksi personal. Dilihat dari sudut metode dakwah, dengan dimulainya dakwah terang-terangan, maka berubahlah metode yang dipakai, yang awalnya berupa dialog dan komunikasi interpersonal, saat itu ditambah dengan metode khitabah (ceramah) dan presentasi umum dihadapan masyarakat. Adapun cara dakwahnyadengan menarik minat kepada hal yang baik dengan pahala dan menakuti terhadap hal yang tidak baik dengan azab. 

Rasulullah selama memimpin umat Islam pada masa itu selalu meminta pendapat para shahabat dan melakukan musyawarah untuk mendapat kesepakatan bersama sehingga konflik yang ditimbulkan dalam perbedaan pendapat akan lebih sedikit ketika dilakukan secara bermusyawarah.

Dalam komunikasi organisasi antara atasan dan bawahan harus selalu bekerjasama untuk mencapai tujuan organisasi tersebut, seperti pada dakwah Rasulullah yang melakukan komunikasi dengan baik dalam menyampaikan ajaran Islam sehingga keluarga, teman, dan kerabat dekatnya mau beriman kepadanya sampai akhirnya jaringan dakwah Ralulullah bertambah luas. Hal itu diawali dari cara Rasulullah berkomunikasi menyampaikan pesan dan ajaran dengan baik sehinnga dapat diterima dengan baik pula oleh yang menerima ajaran tersebut.

Di SEBI sendiri, dalam menerapkan komunikasi organisasi sudah terbilang sangat baik antara atasan dan staff, antara staff dengan staff, selalu melakukan musyawarah bersama sebelum mengambil keputusan, apabila terdapat anggotanya yang keluar dari jalur yang tidak seharusnya maka kembali diingatkan agar kembali ke tujuan dari organisasi tersebut. Ini merupakan penerapan yang baik dalam komunikasi berorganisasi.karena apabila komunikasi nya sudah baik maka ke depannya akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan mencapai tujuan bersama organisasi tersebut.

Kegiatan komunikasi di dalam suatu organisasi bertujuan untuk membentuk saling pengertian dan menyamakan pengalaman diantara anggta organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik, suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar. Sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi, organisasi akan berantakan.

Oleh karena itu, kepemimpinan dalam komunikasi organisasi sangatlah penting, karena keberadaan pinpinan menjadi ujung tombak keberhasilan dalam berorganisasi. Di dalam islam, kepemimpina merujuk kepada makna khalifah yang memberikan arti menggantkan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menggantikan makhluk lain dalam menghuni bumi.

Secara garus besar. Peran komunikasi kepemimpinan dalam pengembangan organisasi adalah bersikap adil, memberikan sugesti, menciptakan rasa aman, sebagai wakil organisasi, sumber inspirasi, dan menghargai anggotanya.

Oleh sebab  itu, komunikasi dalam organisasi tidak bisa dianggap sepele karna sangatlah penting. Apalagi bagi pemimpin dalam organisasi yang menjadi ujung tombak sebuah kerhasilan dalam organisasi. Dalam organisasi komunikasi bisa digunakan untuk menyampaikan motivasi bagi para anggota agar tidak patah semangat dalam menjalankan amanah diorganisasi tersebut, juga sebagai perantara penyampaian pesan agar lebih jelas.

Dengan adanya komunikasi semua akan menjadi mudah, karena sebagai makhluk sosial kita tidak akan pernah bisa lepas dari komunikasi bahkan pada diri sendiri pun kita kerap kali melakukan komunikasi. Tidak hanya di zaman sekarang pada masa Rasulullah komunikasi dilakukan dengan sebaik-baiknya. 

Rasulullah mengajarkan bahwasannya berkomunikasi mementingkan etika seperti harus sopan, tidak mengalihkan pandangan ketika berbicara, mengahargai siapapun yang sedang berbicara. Begitu pun dalam organisasi tidak semena- mena dalam  melakukan komunikasi bahkan sesama staff pun harus saling menghomati dan menghargai, bersikap sopan ketika melakukan komunikasi.

Post a comment

0 Comments