Meneladani Rasulullah Saw ketika Berbicara

Rasulullah Saw. merupakan suatu pemimpin yang sangat berwibawa jujur cerdas dan amanah. Beliau selalu memberikan teladan teladan yang baik terhadap sahabatnya dan umatnya sehingga kita dapat merasakan keteladanan itu hingga saat ini. Maka Tidak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad Saw merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dari zaman ke zaman hingga dibuat buku 100 orang berpengaruh di dunia ini, dan yang pertama adalah Rasulullah Saw. 

Beliau adalah sosok pemimpin yang sangat berpengaruh hingga saat ini, sangat menginspirasi banyak orang dan membuktikan bahwa background seseorang tidak mempengaruhi masa depannya. Sebab mengapa? karena Rasulullah seorang yatim piatu di masa kecilnya Tapi itu tidak mempengaruhi beliau untuk menjadi orang besar karena beliau adalah nabi terakhir dan penutup para rasul.
Dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Anas bin Malik, beliau berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku: “Wahai, anakku! Jika kamu mampu pada pagi sampai sore hari di hatimu tidak ada sifat khianat pada seorangpun, maka perbuatlah,” kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku lagi: “Wahai, anakku! Itu termasuk sunnahku. Dan barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang telah mencintaiku, maka aku bersamanya di Surga”.
Selaku orang yang beriman patutlah kita teladani kepribadian Rasulullah Shalallahu dalam perilaku 
dan bertutur cakap dan tak luput dari public speaking, karena beliau menggunakan publik speaking untuk berdakwah Oma mengajarkan para sahabat, mengomandoi peperangan dan berbagai hal lain terkait Islam.

Apa sih itu Public Speaking? Kenapa sih kita harus belajar public speaking? Apakah bermanfaat untuk orang lain? Tapi apa bisa kita mempelajarinya?
Disini penulis ingin menjelaskan beberapa poin, hal-hal yang bisa diambil dari keteladanan Rasulullah Saw.
Berbicara Dengan Jelas dan Mudah Dipahami
Diriwayatkan oleh Humaid bin Mas’adah al Bashriyyi, dari Humaid al Aswad, dari Usamah bin Zaid, dari Zuhri, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a. “Rasulullah berbicara dengan kata-kata yang jelas dan tegas. Orang yang duduk bersamanya akan dapat menghafal (kata-katanya).”

“Rasulullah saw. suka mengulang kata-kata yang diucapkannya sebanyak tiga kali agar dapat dipahami.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Yahya, dari Abu Qutaibah –Muslim bin Qutaibah-. dari `Abdullah bin al Mutsani, dari Tsumamah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.
Rasul adalah orang yang memiliki kepribadian yang sangat bijaksana dan cerdas sehingga apa yang keluar dari mulutnya adalah sesuatu kebermanfaatan untuk semua orang. Sehingga apabila kebermanfaatan itu tidak disampaikan dengan jelas maka hilang sudah maka dari itu Rasul selalu mengatakan dalam berdakwah mengajarkan para sahabat dan mengomandoi suatu peperangan dengan kalimat yang jelas dan mudah dipahami oleh orang lain.
Nah bagi kita seorang pelajar, alangkah baiknya untuk meneladani sifat rasul yang selalu berkata jelas dan mudah dipahami oleh orang lain sehingga apa? Kita akan memudahkan maksud dan tujuan kita ketika public speaking terhadap orang banyak dengan cara yang jelas dan mudah dipahami, maka dampak yang dia rasakan tidak lain selain ke pemahaman yang lengkap.

Menyisipkan Humor
Rasulullah pernah didatangi seorang nenek tua, kemudian berkata: “Doakan aku kepada Allah swt agar memasukkan aku ke surga.”
Rasulullah merupakan orang yang sangat bijaksana dan cerdas dalam menyampaikan sesuatu. Maka apa yang disampaikan oleh Beliau, jelas pengucapannya mudah dipahami oleh para sahabat dikala itu. Dan karena kejelasan dan selalu diulang-ulang oleh Rasulullah Saw. maka di Tulislah sebuah kitab yang dinamakan as-sunnah atau al-hadits. Agar di kemudian hari kita dapat meneladani itu dan mempelajarinya. 

Rasulullah kemudian berkata pada nenek itu,“Wahai Ummu Fulan! Sesungguhnya surga itu tidak dimasuki orang yang sudah tua.”
Si nenek pun menangis tersedu-sedu, karena ia pikir seorang nenek tua sepertinya tidak akan masuk surga. Akan tetapi Rasulullah kemudian memberi pemahaman bahwa ketika dia masuk surga, tidak akan masuk surga sebagai orang yang sudah tua, tetapi semua berubah menjadi muda belia dan cantik.

Beliau kemudian membacakan ayat yang berbunyi:
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadisperawan.” (QS. Al-Waaqi’ah: 35-36)
Rasulullah Saw. menyisipkan hal humor agar lawan bicara merasakan bahwa Rasulullah Saw. bisa berbaur kepada siapapun tidak memandang jabatan atau Pribadi seseorang, seberapa dekatnya terhadap beliau. sehingga Rasul Saw. memberikan pelajaran-pelajaran Islam dengan mudah karena kebersamaannya dan tidak memandang siapa itu orangnya seperti cerita di atas.
Begitupun ketika kita melakukan public speaking dari berbagai hal rasa humor atau sense of humor itu patut kita keluarkan agar audiens merasa nyaman dan mudah mencerna materi-materi ataupun hal-hal yang kita sampaikan.

Berpenampilan menarik
Sesungguhnya Allah itu indah dan senang dengan keindahan. Bila seseorang diantara kamu (bermaksud) menemui kawan-kawannya hendaklah dia merapikan dirinya. (HR Muslim).
“Datanglah seseorang menemui Nabi saw dengan rambut acak-acakan dan jenggot amat semrawut tak teratur. Lantas Nabi memberi isyarat kepadanya seolah-olah menyuruhnya untuk menyisir rambutnya. Ia pun berpaling memperbaiki rambutnya, lantas sesaat kemudian datang lagi menemui Rasulullah saw. Maka berkomentarlah Nabi saw: ‘Bukankah berpenampilan menarik seperti ini lebih baik daripada salah seorang di antaramu menghadap dengan rambut acak-acakan seperti setan?”‘ (HR. Malik)
Rasulullah mengajarkan kita berpenampilan menarik dan bukan bermegah-megahan. Karena  berpenampilan menarik tidak perlu bermegah-megahan, apa yang kita miliki, ketika kita rapih pun menjadi sesuatu yang menarik. Sehingga membuat kita yang berbicara dan yang mendengarkan sama sama memuliki keoptimisan. Dan tak terganggu ketika kita tampil di depan umum. 

Bersemangat
Dari jabir bin Abdullah meriwayatkan :
“ Bahwasanya Rosulullah SAW jikasedang berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suaranya meninggi, dan marahnya memuncak, sehingga seakan-akan beliau adalah panglima perang yang sedang memberi peringatan kepada bala tentaranya “ ( HR Muslim )
Sebagai orang yang berbicara di depan orang banyak, pastilah memberikan optimismenya kepada orang lain dengan bersemangat dalam menyampaikan. Bagaimana Rasulullah menjelaskan di atas, bahwa dengan bersemangat itulah akan membakar dan memotivasi orang lain sehingga kebermanfaatan itu akan lebih maksimal. IQ

Ringkas Namun Penuh Makna
Rasullullah SAW adalah sosok yang fasih berbicara. Sedikit bicara namun penuh makna, mudah dimengerti, dan tidak menyinggung perasaan orang yang diajak berbicara.
“Nabi Saw tidak memanjangkan nasihatnya pada hari Jumat. Beliau hanya memberikan amanah-amanah yang singkat dan ringkas” (H.R. Abu Dawud).
Sebuah efektivitas dalam penyampaian sehingga makna itu akan Membekas dan perkataan itu akan memiliki efek kebermanfaatan yang lebih bermakna.

Ceria dan Menatap Wajah Lawan Bicara
“Jangan meremehkan sedikitpun (sehingga enggan melakukan) perbuatan ma’ruf, meskipun hanya menjumpai kawan dengan wajah yg ceria” (HR. Muslim)
Abu Hurairahra berkata, “Sesungguhnya Rasulullah tdk pernah berbicara dgn seseorangmelainkan beliau menghadapkan wajahnya pada wajah teman bicaranya dan takkan berpaling sebelum ia selesai bicara” (HR. Ath-Thabrani)
Sebagai daya tarik seorang public speaker dalam penyampaiannya memanglah harus memiliki gestur tubuh bahkan mimik muka yang ceria. Seorang public speaker ketika ia memberikan sebuah keceriaan terhadap audience berarti dengan tidak langsung sudah memberikan kebermanfaatan dengan ceria itu sendiri. Yang mana keceriaan itu memang sebuah shodaqoh yang patut kita berikan sesama saudara kita ta teman kolega dan lain-lain.

 Seperti yang dibicarakan di atas bahwa public speaking atau berbicara di depan orang banyak merupakan sebuah keahlian dan dan keahlian itu bisa dipelajari. Contoh misalkan Saya ingin bisa mengendarai motor, maka saya harus belajar mengendarai nya. Atau Saya ingin bisa berbicara menggunakan bahasa Arab, maka dari itu saya mesti belajar ilmu-ilmu terkait bahasa Arab. Sama halnya dengan public speaking, dan itu harus kita pelajari ilmunya agar kita bisa menguasai keahlian tersebut.

Melansir pada Video dari Chanel Youtube, Tafaqquh Video yang berjudul "3 Rahasia Mudah Menguasai Public Speaking Bersama Ustadz Muhammad Maliki", beliau menjelaskan 3 point :
Niat Kuat Dan Lurus
Bahwa dalam menguasai public speaking itu harus dilandasi dengan niat yang kuat dan lurus. Karena landasan inilah yang membuat kita semangat dalam mendalami keterampilan ini. Kita harus tahu Betul apa dan mengapa kita mempelajarinya? tujuannya untuk apa ? Apa pentingnya kita mempelajari public speaking ini? misalkan anda seorang yang guru, Apakah berbicara di depan umum itu tidak perlu? Apakah seorang yang Dai berbicara di depan umum itu tidak perlu?
Pasti jawabannya akan sama, pasti membutuhkannya. Sehingga apa yang kita niatkan untuk meluaskan manfaat dan mendapat ridho dari Allah Swt. انما الاعمال بنية  (Sesuangguhnya setiap amal Perbuatan Tergantung pada Niatnya)Semua Ada Ilmunya

Apapun tujuan dan keinginan yang kita capai, mesti memiliki ilmu untuk bisa menguasainya tak terkecuali dalam Public Speaking. Kita harus belajar dan mengerti apa itu public speaking? Bagaimana kita menyusun materi? Bagaimana gestur tubuh kita dalam penyampaian? Dan lain sebagainya . Sehingga kita akan paham dan mengerti bahkan kita bisa menjadikannya suatu kekuatan dan senjata untuk membuktikan kebiasaan kita akan suatu hal. Maka dari itu patut kita pelajari Bagaimana ilmunya, Bagaimana kita bisa memberikan kan itu semua maka kita belajar yang namanya public speaking.

Praktek, Pengulangan dan Evaluasi
Setelah kita mempunyai ilmu dan cara, Apa langkah selanjutnya? Yaitu dengan praktek. bagaimana kita mengulas materi kita membicarakan materi kita sehingga itu akan membekas di diri kita dan kita akan lebih lebih tahu, Lagi, Dan Lagi. Setelah praktek, kita musti mengulang agar itu bisa Membekas dalam hati kita, karena ala bisa karena biasa titik sehingga ketika kita sudah terbiasa kita akan memiliki keterampilan itu lebih bagus lagi. Kemudian kita evaluasi pada setiap praktek kita, sehingga kekurangan dan kesalahan itu itu akan semakin berkurang selama kita berbicara didepan umum.
Kesimpulan 

Kawan, keahlian dalam berbicara itu sangatlah penting. Janganlah sia-siakan kesempatan apabila kita diminta untuk berbicara di depan umum karena sesungguhnya itu membuat diri kita lebih berkembang dari segi mental maupun keilmuan. Dan itu terlihat jelas pada diri Rasulullah SAW. Bagaimana beliau mencontohkan kepada kita berbicara di depan umum. Dari segi manapun beliau sudah mencontohkannya kepada kita, dalam berdakwah menjadi panglima perang dan sebagai kepala negara.

Sejatinya kawan, kita sudah memiliki contoh yang sangat luar biasa. Namun, banyak dari kita yang menyia-nyiakan seorang figur yang sangat patut untuk dicontoh, kelemahlembutan nya, ketegasannya dan kebijaksanaannya dalam berbicara sangatlah menjadi panutan bukan hanya untuk umat Islam saja Bahkan untuk seluruh umat manusia. Karena sebagaimana kita ketahui dengan perkataan beliau lah Islam masih terdengar hingga saat ini. Dan karena jerih payah beliau lah, lahir cendekiawan-cendekiawan yang hebat.

Untuk itu sama-sama kita pelajari dan pahami metode Rasul saw. Dalam berbicara di depan umum. Terima kasih sudah membaca, apabila ada manfaat datangnya dari Allah swt dan apabila ada kekurangan datangnya dari saya pribadi.


Referensi
https://esqtraining.com/meneladani-rasulullah-saw-untuk-berbicara-di-depan-umum/
https://cakradunia.co/news/apakah-cintaku-palsu-kepada-rasulullah/index.html
https://youtu.be/OgQ5vpf-Oqk

Salam penulis,

Oleh: Ahmad Fatoni, STEI SEBI

Post a comment

0 Comments