Strategi Menjadi Seorang Public Speaker Muslim Yang Handal


Komunikasi di depan umum sangatlah penting bagi generasi muda saat ini, karena dengan berlatih untuk berbicara di depan umum dapat menguji keberanian untuk menyampaikan ide-ide, pengetahuan, dan pengalaman kepada orang banyak. Akan tetapi dimanakah kita dapat menjumpai kelompok-kelompok anak muda yang melatih diri, menyiapkan diri, untuk cakap dan terampil berbicara di dapan umum ? Kecakapan ini lebih menjamin terciptanya masyarakat yang saling menghargai, saling memahami, dan bersama-sama menuju kepembangunan nasional. Padahal di negara kita, yang merdeka, damai, dan berbudaya dan haus akan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, tuntutan agar kita cakap berbiacara secara efektif di depan publik sangatlah besar.  Apa tujuan utama orang berbicara di depan umum? Tujuan orang berbicara didepan umum adalah agar umum memiliki ide seperti yang dimiliki pembicara. Dengan kata lain, tercipta kebersamaan dalam ide. Pembicara dan publik sama-sama memiliki ide yang sama.

      Dilihat dari bahasannya public speaking merupakan hal yang baru, namun dalam kenyataan dan substansinya sama dengan retorika. Pada abad ke 20 retorika mengambil manfaat dari perkembangan ilmu pengetahuan moderen, khususnya ilmu-ilmu prilaku seperti psikologi dan sosiologi. Istilah retorika mulai digeser speecch communication atau oral communication atau lebih dikenal dengan public speaking.

          Jason S Wrench, menjelaskan bahwa public speaking adalah proses dari perancangan dan pengiriman sebuah pesan kepada audiens. Public speaking yang efektif adalah melibatkan diri dengan pemahaman audien dan tujuan pembicaraan, memilih topik dasar yang sesuai dengan latar belakang audien serta mampu mengirimkan pesan dengan terampil.

          Sedangkan Siait seorang Public Speaker mendefinisikan Public Speaking sebagai seni yang menggabungkan semua ilmu dan kemampuan yang kita miliki. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa memberanikan berbicara di depan umum, artinya siap menyampaikan pesan kepada orang-orang yang latar belakangnya berbeda. Seorang pembicara public harus bisa melakukan berbagai tugas sekaligus, ia harus bisa menyampaikan informasi, menghibur, dan meyakinkan pendengarnya. Tanpa ilmu pengetahuan informasi yang disampaikan bisa salah. Tanpa kemampuan mengingat cerita lucu dalam urutan yang betul, maka pembicara tidak akan bisa menghibur para pendengar, selanjutnya tanpa kepercayaan diri seorang pembicara tidak akan bisa meyakinkan orang lain untuk percaya. Intinya public speaking yang baik dekat dengan kesuksesan. 

disimpulkan bahwa public speaking adalah bentuk komunikasi lisan baik berupa presentasi, ceramah, pidato, atau jenis bicara didepan umum lainnya untuk menyampaikan sebuah ide, gagasan, pikiran dan perasaan secara runtut, sistematis, dan logis dengan tujuan memberikan sebuah informasi, mempengaruhi, bahkan menghibur para audiens. Seperti halnya bentuk komunikasi public speaking juga memiliki beberapa elemen dasar dengan model komunikasi yang dikemukakan oleh lasswel, yaitu pembicara ( speaker ) , pesan (message, pendengar atau khalayak ( audiens) medium dan efek. Dalam kegiatan public speaking, seorang pembicara akan bertemu denga salah satu dari 4 metode  sepeti yang diungkapkan. Webster dalam bukunya “Introduction to public speaking”  diantaranya : Pertama, dengan sepontan (impromptu), biasanya cara ini pembicara harus mampu mengembangkan substansi memahami seni dan teknik berbicara dengan baik.disamping itu, tentu saja faktor kebiasaan dan latihan yang cukup membantu. Kedua menggunakan teks ( manuscript), untuk menghindari kekeliruan biasanya cara ini digunakan oleh seorang pejabat negara atau seorang ilmuan demi keakuratan materinya ia harus menyiapkan naskah untuk menyampaikan hasil penemuannya. Ketiga mengingat kata perkata ( memorized ), cara seperti ini mengandalkan kekuatan ingatan pembicara. Keempat mengingat kata kunci, kata kunci atau frase biasanya sudah dirangkai dalam out-line dan disertai dengan bahan-bahan pendukungnya. Cara penyampaian ini dianggap paling baik karena dinilai paling flesibel sehingga paling umum digunakan dalam dunia bisnis dan profesional.

          Selain metode atau cara yang dapat dilakukan oleh public speaker, dapat bula beberapa teknik untuk sukses melakukan public speaking diantaranya : 1) cara mengatasi grogi atau gugup ketika berada di depan umum. Untuk mengatasi gugup seorang public speaker, dapat melakukan persiapan, memeberikan ekspresi wajah yang ramah dan menyenangkan kepada audiens, memikirkan hal positif terhadap isi materi yang disampaikan, menyiapkan pembukaan yang mampu menarik perhatian audiens. 2) teknik vocal dan pernafasan public speaking, teknik vokal terpenting adalah intonasi yang benar,stressing padakata/kalimat tertentu yang dianggap penting. 3) Cara menyiapkan materi dengan baik, materi yang baik harus sesuai dengan kebutuhan para audiens, artinya materi atau isi yang disampaikan singkat, menarik, logis, dan sistematis. 4) Persiapan sebelum melakukan public speaking. 5) Cara membuka saat melakukan public speaking, seorang public speaker dapat membuka dengan baik dengan memulai memperkenalkan diri, menyampaikan maksud tujuan pembicaraan,menyiapkan waktu, memiliki sikap wibawa dan respek terhadap audiens. 6)Teknik penyampaian public speaking dengan cara memiliki pengetahuan yang lebih dalam, memiliki istilah yang tepat,menuturkan cerita,improvisasi ditengah materi,menghargai audiens, intermezo,diplomatis. 7) Cara menutup yang memukau pada saat public speaking, seorang pembicara dapat menutup pembicaraan dengan menarik, menyampaikan kembali  dengan memerikan kesimpulan materi, masih tetap ramah dan fokus pada audiens, memberikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada audiens.
Orang yang rendah diri atau depresif ialah mereka yang tidak pernah mencoba menunjukkan potensi yang ia miliki. Akibatnya, rasa percaya diri  tetap terkalahkan oleh rasa takut dan rasa gugup yang selalu membayangi pikirannya sebelum bertindak. Perlu disadari bahwa ketakutan itu perlahan-lahan akan hilang apabila kita sering mencoba melakukan hal yang kita takutkan, lalu membuat kesalahan, dan kemudian dengan cermat mengambil pelajaran dari setiap pengalaman yang didapatkan. Seperti yang dinyatakan oleh Dale Carnegle, 2006, bahwa  cara tercepat dan terbaik untuk mengalahkan rasa takut adalah dengan melakukan apa yang kita takutkan.
Sedangkan pendapat lain yang mungkin dapat mempentuk pola berpikir positifdapat diperhatikan melalui pernyataan berikut:

“Penelitian membuktikan bahwa orang yang menyesuaikan antara citra diri dan ideal diri mereka cenderung secara sosial bersikap tenang, percaya diri, dan cerdik. Sebaliknya orang yang kurang menyesuaikan diri cenderung menjadi depresi, cemas, gelisah, dan kurang mampu dalam keterampilan sosial.” (Andrew McCarty, Ph. D, 2007).
memulai berbicara didepan forum umum, ada 4 faktor yang harus dimiliki oleh seorang pembicara , yaitu : 

1) Percaya Diri 
Salah satu faktor utama yang wajib pertama kali dimiliki oleh pembicara. Jika seorang pembicara tidak percaya diri maka akan sulit baginya untuk menyampaikan ide dan gagasan yang ada didalam pikirannya. Hal ini disebabkan hatinya sudah diliputi rasa grogi,malu atau takut sehingga bingung harus menyampaikan apa dan tidak tahu dari manakah untuk memulai presentasinya. Rasa percaya diri ini dapat dilatih perlahan dengan mulai berlatih berbicara dihadapan forum-2 kecil dengan tema pembicaraan ringan dan santai.

2) Kejelasan Suara
Gunakan suara yang dapat didengar jelas oleh audien (pendengar). Volume suara cukup sedang-2 saja dan jangan menggunakan istilah-2 yang sulit dimengerti oleh audien karena tingkat pengetahuan dari masing-2 audien tidak sama. Penggunaan istilah-2 umum mungkin akan sangat membantu para audien memahami apa yang kita sampaikan.

3) Ekspresi/Gerak Mimik
Seorang pembicara juga merupakan seorang aktor dihadapan audiennya. Penggunaan ekspresi yang tepat sesuai tema pembicaraan kita akan dapat membuat audien menjadi lebih semangat untuk mengikuti setiap detil pembicaraan kita dan terhindar dari kantuk akibat kebosanan melihat cara berbicara kita. Sebagai contoh, misalnya kita berbicara mengenai kepahlawan para pejuang tempo dulu didalam acara HUT RI maka tentu saja ekspresi semangat berkobar-2 harus kita tunjukkan didepan umum tanpa mengurangi penyampaian makna pembicaraan.

4) Kelancaran Komunikasi
Agar audien dapat menangkap maksud penyampaian pembicara maka cara menyampaikan haruslah lancar dan terunut dengan baik. Berbicara dengan tersendat-sendat atau terputus-putus karena adanya gangguan faktor lain (mis: HP berdering terus) dapat mengurangi antusias audien sehingga menimbulkan kejengkelan yang dapat merugikan pembicara itu sendiri..

Elemen Dan Tahapan Public Speaking : Seperti layaknya semua bentuk komunikasi, berbicara didepan publik memiliki beberapa elemen dasar yang pararel dengan model komunikasi yang lainnya yang meliputi  : ( Devito, 1991).
a. Pembicara, persyaratan utama yang harus dipenuhi oleh seorang pembicara adalah menyampaikan pesan yang dapat dimengerti oleh pendengarnya.
b. Pendengar (audiens), pendengar adalah penerima pesan yang dikirimkan oleh pembicara.pendengar yang baik adalah pendengar yang dapat mendengarkan pesan yang disampaikan dengan pikiran terbuka dan menahan diri untuk menilai seorang pembicara tanpa mendengarkan dengan seksama.
c. Pesan, pesan adalah isi yang dikomunikasikan pembicara kepada pendengarnya yang terdiri dari verbal dan non verbal, bahasa adalah pesan verbal, sementara pesan non verbal terdiri dari nada suara, kontak, mata, ekspresi wajah, gerak tubuh, poster tubuh dan penampilan. Secara ideal, baik pesan verbal maupun non verbal harus saling melengkapi. 
d. Medium, adalah sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan.
e. Umpan balik (feedback). Umpan balik adalah respon yang diberikan oleh pendengar kepada pembicara. Umpan balik dapat berbentuk verbal maupun non verbal
f. Gangguan. Gangguan adalah segala sesuatu yang menghalangi atau mencegah penyampaian pesan yang akurat dalam sebuah komunikasi. Ada 3 jenis gangguan, gangguan eksternal,gangguan internal dan gangguan dari dalam diri pembicara.
g. Situasi, adalah konteks yaitu waktu dan tempat dimana komunikasi terjadi.

          Menurut Aristoteles, public speaking berbeda dengan komunikasi yang lainnya, karena public speaking mempunyai 5 tahapan yang disebutnya dengan 5 hukum retorika, kelima hukum tersebut adalah :
a. Inventio ( penemuan ). Pada tahap ini pembicara menggali topik dan meneliti audiens untuk mengetahui metode persuasi yang paling tepat.
b. Dispositio ( penyusunan ). Pada tahap ini pembicara menyusun atau mengorganisasikan pesan yang akan disampaikan agar dapat menarik perhatian dan difahami audiens.
c. Gaya. Pada tahap ini pembicara memilih kata-kata dan gaya untuk mengemas pesannya.
d. Memori, pada tahap ini pembicara mengingat-ngingat seraya mengatur bahan yang akan disampaikannya.
e. Penyampaian, pada tahap ini pembicara menyampaikan pesannya secara lisan, seraya memperhatikan oleh suara dan gerakan anggota tubuhnya.

Untuk dapat menyampaikan pesan dengan tiga prinsip dalam penyampaian Public Speaking yang harus diperhatikan, yaitu : (Rakhmat, 2008) dan (carnegie dan berg,2013)
a. Contact, yani seorang pembicara harus dapat menjalin hubungan mental dan visual dengan audiens. Secara visual antara lain terlihat dari tatapan mata yang harus mengarah kepada audiens.
b. Olah Vocal, yakni seorang pembicara harus menggunakan lambang-lambang suara untuk memberikan makna yang lebih kaya pada bahasa yang disampaikannya.
c. Olah visual, yakni seorang pembicara hasrus mampu berbicara dengan seluruh kepribadian,wajah,tangan, dan tubuhnya.
Meningkatkan Kualitas : Banyak cara yang dapat digunakan dalam rangka menghidupkan suasana pembicaraan, apalagi bila waktu bicara cukup panjang. Beberapa cara yang dapat Anda gunakan antara lain: 

1. Partisipasi sidang pendengar :Metode diskusi kelompok, dengan cara membagi pendengar   kelompok-kelompok kecil dan kemudian setiap kelompok kecil diberi tugas, pertanyaan, atau kuis kemudian diminta mempresentasikan jawabannya di depan pendengar yang lain akan meningkatkan partisipasi pendengar dan menghidupkan suasana.
2. Sesi untuk tanya jawab : Memberi kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dapat menguji apakah materi sudah dapat ditangkap dengan baik oleh pendengar.
3. Antusiasme : Tunjukkan antusiasme pembicara sewaktu menyampaikan materi.
4. Situasi yang menyenangkan : Ciptakan situasi yang menyenangkan dan tidak menegangkan/mengancam.
5. Pendengar yang ‘sulit’ : Tidak seluruh pendengar adalah pendengar yang kooperatif dan positif, mungkin saja ada peserta yang ‘sulit’. Sebaiknya, jangan menimbulkan pertentangan langsung dengan peserta tersebut atau mempermalukannya di depan peserta lain.
6. Gunakan alat bantu : Alat bantu dapat mendukung pembicara dalam menyampaikan gagasan atau berita.

      Kesimpulan : Kepentingan akan kemampuan berbicara di depan publik sudah sangat mutlak. Kemampuan ini mendasari kesuksesan setiap orang diberbagai bidang. Seorang Public speaker dengan perannya sebagai  pemberi pengaruh dan manfaat bagi para pendengar dituntut untuk tampil meyakinkan. Semua perkataan, penampilan, dan perilakunya dapat saja menjadi inspirasi bagi para pendengarnya. Untuk itu, unsur motivasi komunikasi harus melekat dalam diri seorang public spekerguna menghindari kekhawatiran-kekhawatiran yang membuat ia ragu dengan kemampuannya. Ketenangan seorang public speaker ditentukan oleh kesempurnaan persiapannya. Kemudian setiap proses pelaksanaanya dilakukan dengan sistematis. Maka, seorang public speaker akan mendapatkan kesuksesan apabila ia telah berhasil menjalankan strateginya dan menerapkan teknik-teknik berkomunikasi yang efektif. Strategi dan teknik tersebut dilaksanakan sebelum berbicara, saat berbicara, setelah berbicara, dan selama proses pengulangan kegiatan dikesempatan berikutnya.


Oleh: Nurbaetillah, Mahasiswi STEI SEBI

Post a comment

0 Comments