Islam mengajarkan jangan menghina agama lain


Dalam ajaran islam mencaci maki agama lain adalah sebuah keharaman karena dalam Al-Qur’an surah Al-anam ayat 108. Allah sampaikan dan janganlah sampai kalian itu memaki-maki, menjelek jelekan Tuhan mereka orang -orang musyrik. Tidak boleh orang muslim menjelekan orang kafir apalagi agamanya kenapa karena pada ayat sebelumnya 107 Allah sampaikan kalau Allah mengiginkan orang -orang musyrik orang -orang kafir untuk mendapatkan hidayah sungguh sangat mudah.

Di dalam Al-Qur’an ada larangan bagi setiap muslim untuk menghina, mencaci, memaki, menjelekkan agama-agama selain islam terlepas dari kebenaran versi masing-masing tetap inilah etika yang diajarkan Allah dalam Al-Qur’an agamamu agamamu agamaku agamaku lakumdinukum waliyadin.

Bahkan kita tidak boleh mengajak orang dengan memaksa agar dia menjalankan perintah -perintah islam la iqro hafiddin tidak ada paksaan dalam agama Allah. Tugas seorang hamba muslim terhadap dakwah ini syiar ini adalah menyampaikan bukan memaksa, oleh karena itu toleransi atas berbagai macam perbedaan agama warna kulit,suku,ras,ataupun yang lainnya.

keniscayaan bertoleransi bukan kita terikuti arus tapi toleransi artinya kita memahami betul bahwa apa yang terjadi alam raya ini atas kehendak Allah semua yang terjadi untuk pelajaran setiap apapun yang terjadi akhir-akhir ini misalnya virus Corona, H5NI ataupun virus -virus sebelumnya HIV AIDS dan jenis-jenis penyakit lainnya musibah bencana alam dan bencana-bencana yang mungkin menjadikan manusia itu dalam tanda kutip tampak kelemahannya itu hakekatnya dalam menunjukkan kebesaran Allah, kebesaran Tuhan, Allahlah yang menguasai segalanya dan Allahlah yang menentukan manusia terbaik tentu dalam muslim Al-Qur’an yang utama. Kembali pada ajaran Allah dan Rasulullah Muhammad Saw.  

Ibnu kafir ketika menafsirkan Al-anam ayat 108 ini Ibnu kafsir menerangkan bahwa ayat ini mengajarkan manusia khususnya muslim untuk saling menghargai karena apa menjelekkan, menghina, mencaci maki itu akan menimbulkan kerusakan dibumi ini bukan antar person atau pribadi bahkan antar umat akan terjadi kekacawaan akan terjadi kerusakan yang hal itu tidak diinginkan dalam islam. Maka dalam ajaran islam, islam itu adalah rahmatan ilalamin islam itu adalah rahmat atas seluruh alam ini.

Ibnu khaim Al zhulziah memberikan titik tekan bahwa penghargaan, toleransi terhadap keberagaman, keyakinan dengan cara penyembahan dengan metode yang berbeda-beda macam-macam dengan apa yang disaksikan manusia, fenomena alam ini untuk disikapi dengan toleransi yang tinggi. Bukan berarti toleransi tinggi itu di campur adukan tidak tetap toleransi tetap menghargai satu dengan lain masuk karena privasi dan menjaga adab jangan sampai menghina mencaci maki keyakinan – keyakinan yang lain Tuhan-tuhan agama yang lain maka mereka akan membalas dengan cacian yang dahsyat padahal mereka itu tidak mengetahui hakekat kebenaran Allah yang sebenarnya.
Tanggapanya bahwa toleransi itu sangat lah penting dalam umat islam karena umat islam sangat mengajarkan bahwa setiap manusia harus selalu menghargai apapun itu agamanya karena kita semua itu sama dihadapan Allah.

Oleh :
Fadiyah misbahudina arliami , Mahasiswi STEI SEBI

Post a comment

0 Comments