Pentingnya Pendidikan Dalam Dunia Bisnis


Kewirausahaan berasal dari kata enterpreneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui beberapa harga barang yang akan dijual. 

Wirausaha sering disebut juga wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda. Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha lainnya. 

Banyak pendapat masyarakat yang beranggapan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Yang penting punya modal dan kerja keras, maka akan sukses menjadi pengusaha. Pendapat itu bisa jadi benar. Terlebih lagi bila kita melihat dari sosok seperti Bill Gates (Microsoft) , Mark Zuckerberg (Facebook), Steve Jobs (Apple) dimana mereka membangun bisnis mereka pada saat kuliah dan akhirnya dihadapkan pada 2 pilihan yang sulit yaitu pendidikan atau bisnis dan akhirnya mereka memilih bisnis yang mereka rintis sehingga mereka meninggalkan pendidikan mereka.

Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Kita dididik menjadi orang yang berguna untuk kehidupan dimasa depan.

Dengan berpendidikan bisnis bisa menurunkan resiko kegagalan akibat ketidak tahuan kita akan sesuatu, dampaknya kalo kita berbisnis dan memiliki ilmunya adalah kita bisa menjadi lebih power full dalam bisnis tersebut, disamping itu kita juga bisa menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan.
Jika tujuan kita berpendidikan adalah agar bisa kerja, saya pun setuju bahwa tidak usah berpendidikan pun sebenarnya kita bisa mendapat uang. Namun, justru dengan berpendidikan itulah tidak hanya kita mendapat uang, tetapi juga kita bisa mendapatkan nilai tambah. Ya, orang berpendidikan memiliki nilai tambah yang lebih daripada orang biasa. Dengan nilai tambah, sudah pasti kita lebih bisa mendapatkan uang lebih besar, dibanding hanya sekedar mencari uang. Jadi jika ada orang yang bilang, orang DO aja bisa sukses kok. Maka saya akan menimpali, “yang DO aja sukses besar, gimana yang lulus dengan baik?” Ya kan?

Coba kita memandang bisnis yang kita bangun lima hingga sepuluh tahun ke depan. Apa yang Anda pikirkan? Ya, benar. Persaingan yang membuat Anda menghadapi bukan hanya orang di negeri sendiri, namun juga orang-orang asing lainnnya. Bayangkan, apa yang terjadi jika pendidikan kita hanya ala kadarnya? Bagaimana jika hingga saat ini kita masih grogi dan minder untuk berbicara dengan bahasa asing? Mungkin saat ini kita merasa menang tanpa adanya persaingan berarti, namun pernahkah Anda memiliki kompetitor dari luar negeri?

Bisnis di masa lalu, sekarang, dan yang akan datang adalah tentang kepercayaan. Bisnis adalah trust. Coba kita lihat dari sudut pandang orang luar. Saat ini begitu banyak sekali pilihan di mana kita bisa menjalin kerjasama dengan berbagai macam orang. Jika boleh memilih, mana yang akan Anda pilih: bekerjasama dengan orang yang terbaik di bidangnya, atau bekerjasama dengan orang yang hanya berani membuka bisnis? Saya memilih yang pertama. Umumnya, orang yang terbaik di bidangnya menempuh berbagai tempaan pendidikan dibandingkan dengan orang biasa. Seandainya saya mengajukan kerjasama, saya pun lebih confidence alias PD karena saya beserta seluruh jajaran staf dan manajemen adalah educated people, orang-orang terbaik, yang siap bekerjasama untuk memajukan bisnis satu sama lain.

Terakhir, satu hal yang umumnya menghambat orang berpendidikan tinggi untuk sukses besar hanyalah karena mereka lebih suka memilih jalur aman dan tidak mau mengambil resiko terlalu besar. Terlalu banyak berpikir daripada bertindak. Namun saya bersyukur karena saat ini banyak sekali teman-teman saya yang sudah aktif membuka usaha dan action sejak masih mahasiswa dengan tetap berpegang teguh untuk berprestasi dan bangga dengan status berpendidikan mahasiswa.



Oleh: Muhamad Wisnu Al-Rasyid, Mahasiswa STEI SEBI

Post a comment

0 Comments