Analisa Manajemen Resiko dalam FB Ads Marketing

 



Manajemen resiko adalah suatu proses yang dilakukan dengan tujuan untuk mengelola sebuah risiko agar dapat membantu tercapainya suatu tujuan organisasi, perusahaan, ataupun individu secara efektif dan efisien.

Semua usaha, semua bisnis yang dijalankan oleh seseorang atau perusahaan akan menghadapi dua kemungkinan, sukses atau gagal. Maka dari itu dibutuhkan sebuah manajemen resiko dalam hal berusaha, untuk mengelola suatu resiko.

Dalam bisnis menurut saya ada 2 resiko, yang pertama resiko yang bisa dikendalikan dan yang kedua adalah resiko yang tidak dapat dikendalikan. Resiko yang dapat dikendalikan adalah resiko yang telah kita pahami seluk beluknya, telah kita kuasai cara mengelolanya, sebagai pebisnis pasti kita sudah mengetahui resiko ini. 

Dan yang kedua resiko yang tidak dapat dikendalikan, contohnya adalah kompetisi didalam bisnis, kompetitor akan selalu semakin banyak dalam berbisnis, perkembangan teknologi yang tidak dapat kita kendalikan, berkurangnya atau hilangnya kepercayaan dari konsumen dengan berbagai macam sebab, resiko finansial atau keuangan, resiko dari perubahan aturan pemerintah yang jelas hanya bisa dikendalikan oleh pemegang kekuasaan, dan resiko lingkungan atau wilayah tempat dimana bisnis dijalankan. Seluruh resiko tersebut harus bis akita Kelola dengan sebaik baiknya agar bisnis kita tidak terganggu.

Resiko itu bisa terjadi disemua jenis usaha, mau usaha kecil, usaha menengah, bahkan usaha raksasa sekalipun, semakin besar suatu perusahaan justru resiko nya akan semakin besar. Semua usaha tidak akan bisa menghindar dari yang namanya resiko, yang ada resiko itu harus dijadikan teman, dikelola agar resiko dapat dikendalikan. Dan jika resiko terlanjur sudah timbul, minimalnya kita sudah siap untuk menanganinya, kenyataannya resiko itu memang harus kita hadapi.

Berbicara tentang manajemen resiko, resiko ini bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Contoh implemetasi manajemen resiko yang spesifik dikehidupan sehari hari nya, kita sebagai mahasiswa prodi Bisnis Syariah ataupun sebagai pelaku bisnis pasti tidak sudah tidak asing dengan yang namanya marketing, karena ruang lingkup kita tentang bisnis bisnis dan bisnis, dan bisnis didalamnya terdapat branding, marketing, dan selling. Yang kita akan bicarakan adalah marketing. beberapa dari kalian juga mungkin sudah tidak asing dengan yang Namanya Facebook Advertising atau lebih popular dengan singkatan FB Ads yaitu sebuah sistem layanan yang di sediakan oleh Facebook yang berguna untuk menemukan target market yang tepat, menarik perhatian mereka, dan mendapatkan hasil dari iklan promosi berbayar tersebut. 

Jadi ketika kita mempunyai suatu bisnis dan ingin menemukan target market yang tepat untuk produk yang kita tawarkan maka FB Ads adalah salah satu solusinya. Selintas FB Ads ini sangat begitu mudah memberikan manfaat dan menguntungkan tetapi dibalik itu banyak hal yang harus kita perhatikan dan salah satu yang paling penting adalah tentang manajemen resiko didalam beriklan FB Ads tersebut. Kita harus benar benar melakukan berbagai macam perhitungan, pengujian, dan pemahaman terhadap konten iklan yang akan kita gunakan untuk promosi di media sosial. Karena dengan cara magic ini Kita bisa mengetahui seberapa besar interest audiens terhadap campaign iklan kita. Khususnya pada platform media sosial Instagram yang memiliki banyak pengguna yang dapat kita jaring sebagai calon pembeli potensial dengan layanan FB Ads ini.

Tetapi walaupun kita sudah melakukan suatu pengujian untuk iklan kita, hal ini pun belum tentu menjamin buah keberhasilan kita dalam beriklan apalagi jika kita baru pertama kali memulainya, maka kita hanya akan mengeluarkan budget untuk iklan yang sia sia yang hasilnya belum tentu optimal atau lebih dikenal dengan boncossss, masih banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis dalam beriklan menggunakan FB Ads, seperti hal nya berikut ini:

1. Tidak Menganalisis Relevansi Produk yang Dijual dengan Target Market

Ketika kita menjual produk secara online atau melalui platform media sosial, tentu saja kompetitor kita yang menjual produk serupa sangatlah banyak. Maka dari itu, jika kita tidak menganalisis terlebih dahulu relevansi produk yang akan kita jual dengan target market, bisnis kita bisa kalah saing. Dengan menganalisis relevansi produk dan target market yang tepat , kita bisa mencari celah atau peluang market yang tepat dan berpotensi mendatangkan konversi penjualan dan kemudian menghasilkan profit.

2. Video atau Gambar yang Di Iklankan Kurang Menarik Perhatian

Jika kita tidak handal dalam hal fotografi ataupun videografi tidak bisa menjadi alasan untuk tidak membuat gambar atau video yang bagus untuk iklan kita. Kita bisa mengamati bagaimana video atau gambar yang bagus untuk sebuah iklan, jika gambar atau video kita masih terbilang jelek jangan malas untuk belajar membuat gambar atau video yang bagus. Beberapa tools aplikasi editing dan jasa videografer atau fotografer bisa menjadi jalan alternatif kita tinggal kita saja yang mau aktif untuk menggunakannya atau tidak.

3. Tidak Menggunakan Copywriting yang benar

Kemampuan copywriting memang tidak bisa kita dapatkan secara instan perlu berlatih secara terus menerus untuk menjadi mahir dalam membuatnya. Kita bisa mengasah kemampuan copywriting secara efektif berdasarkan strategi-strategi yang telah direkomendasikan oleh orang yang sudah berpengalaman yang biasanya mereka share didalam suatu forum Grup WhatsApp ataupun Telegram, dengan mengikuti cara-cara penerapan copywriting untuk FB Ads yang telah teruji setidaknya kita telah mengurangi resiko kegagalan yang mungkin saja terjadi. Itu merupakan suatu bentuk dari penerapan manajemen resiko.

4. Berhenti Mencoba Saat Gagal

Untuk mencapai sebuah kesuksesan kita harus menggunakan strategi iklan yang tepat. Dalam hal ini, kita harus menemukan winning campaign sebagai usaha lebih untuk keberhasilan kampanye dari iklan kita.

Itulah salah satu contoh implementasi manajemen resiko dalam kehidupan para pelaku bisnis khususnya mereka yang menjaring di bisnis online. Dengan demikian dengan adanya penjelasan diatas juga kita bisa menciptakan strategi beriklan yang efektif dan dapat menghasilkan profit.


Oleh : Marita Mahasiswi STEI SEBI Depok


Post a comment

0 Comments