CARA UMKM TETAP BERTAHAN DITENGAH PANDEMI COVID-19



 Tahun 2020 menjadi masa yang penuh perjuangan, terkhusus pembisnis UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang harus berjuang dengan ekstra untuk tetap mempertahankan bisnis tetap berjalan. Namun tidak sedikit pula yang memberanikan diri membangun bisnis ditengah pandemic covid-19 dengan berbagai alasan yang salahsatunya adalah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Tapi dari sekian banyak hal yang harus diperhatikan dalam berbisnis, ada satu hal yang masih sedikit memahaminya, yaitu mempunyai dana darurat.

Setiap keputusan kita selalu ada risiko yang mengikutinya. Perlu kita pahami dahulu arti dari risiko itu sendiri, yaitu dampak akan ketidakpastian atas pencapaian sasaran atau tujuan. Juga risiko memiliki 3 unsur utama, yaitu tujuan yang diharapkan, adanya ketidakpastiaan dan dampak. Contohnya makan dan minum berisiko tersedak atau berenang berisiko tenggelam. Begitupun juga dalam dunia bisnis, ada yang disebut business risk, yaitu risiko yang pilihannya adalah untung atau rugi. Sebagai seorang pembinis tentu memiliki mental risk taker yang tentu hasil yang diharapkan adalah kauntungan atas risiko yang dihadapi. Karena pada dasarnya, bisnis yang menguntungkan adalah bisnis yang menjadi problem soving dan dibutuhkan oleh customer.

Dalam perjalanan mencapai target yang diinginkan, pasti banyak risiko yang akan datang tanpa kita duga. Terlebih semua risiko ini pasti semua berhubungan dengan keuangan. Jadi bukan tanpa alasan di awal pandemic covid-19, banyak perbisnisan yang PHK karyawannya. Lalu bagaimana dengan UMKM?

Dana Darurat adalah uang yang tersedia dan mudah diambil saat dibutuhkan. Dana ini menjadi solusi kala situasi urgent atau darurat. Tidak hanya pereseorangan atau keluarga, namun UKM atau UMKM pun perlu memiliki dana darurat. Kantor Ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa sepertiga bisnis UKM gulung tikar di dua tahun pertamanya. Dari jumlah itu, 82% penyebab tutup adalah buruknya pengelolaan arus kan (cash flow). Dana ini berasal dari keuntungan bisnis yang tidak harus semua dipakai untuk bonus karyawan atau ekspansi bisnis, tapi juga untuk menyusun dana darurat yang jumlahnya minimal tiga sampai enak kali lipat pengeluaran rutin bulanan. 

Menurut Desine Hill seperti dikutip Wisebread, ada beberapa alasan penting mengapa dana darurat sangat penting bagi sebuah bisnis, 

Penyelamat Ketika Kondisi Darurat 

Tidak ada yang tau bagimana kondisi diwaktu mendatang. Namun setidaknya salahsatu risk management yang dapat dilakukan adalah dengan dana darurat ini yang akhirnya bisnis kita tetap bertahan, tetap beroperasi dan tentunya memberikan keuntungan untuk semua pihak yang terlibat dalam bisnis kita. 

Pengaturan Arus Kas yang Sehat

Seperti data di atas, 82% UKM gulung tikar diakibatkan pengelolaan arus kas yang tidak sehat. Terlebih bisnisnya yang musiman, sangat penting memiliki arus kas yang sehat agar semua pemasukan, pengeluaran, utang piutang dan stock tercatat dengan baik yang akhirnya semua akan manage dengan baik dan tercatat sehingga bisnis bisa terus berjalan on the track. 

Mendapatkan Kesempatan Besar 

Ketika suatu saat ada kesempatan atau peluang besar yang membutuhkan modal cukup banyak, maka dana darurat bisa kita gunakan yang akhirnya membuat bisnis kita melaju dengan gesit dan akhirnya keuntungan semaking meningkat dari biasanya dan tentunya bisnis semakin berani melebarkan sayap. 

Mengamankan Bisnis 

Peribahasa sedia payung sebelum hujan itu bagaikan sedia dana darurat sebelum keadaan mendesak menghapiri. Karena kita tidak ada yang tau apa yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Maka dana darurat ini akan menjadi penyelamat kita kala badai menghampiri. Tidak hanya itu, masih ada beberapa manfaat lain dari memiliki dana darurat, yaitu ; 

Mengurangi Kemungkinan Utang

Memang sudah hal wajar bila dalam bisnis memiliki utang. Namun akan lebih baik kalau tidak memiliki utang sama sekali bukan? Jadi, daripada banyak utang, lebih baik punya banyak dana darurat. 

Pertahanan Terbaik Untuk Hal Tak Terduga

Sesuai dengan fungsi utamanyam yaitu untuk digunakan saat dalam keadaan darurat yang akhirnya membantu bisnis kita tetap berdiri meskipun banyak hal yang tak terduga datang. Setiap pembisnis harus menyadari hal ini dimana roda ekonomi akan terus berputar, yang dimana kadang di atas dan juga dibawah.

Jika bisnis kita berjalan dengan baik-baik saja bukan artinya kita tidak menyiapkan diri untuk menghadapi hal buruk yang mungkin suatu saat akan kita hadapi.

Bisa Diandalkan untuk Perbaikan Alat Bisnis

Jika bisnis kamu mengandalkan sebuah alat, maka dana darurat ini kan sangat bermanfaat agar bisnis tetap berjalan dengan memperbaiki ataupun upgrade peralatan yang akhirnya bisa mempertahankan dan bahkan meningkatkan penghasilan.

Mencegahh Kasus Hukum di Masa Depan

Sangat penting untuk membedakan antara tabungan dengan dana darurat. Tabungan tetap harus dimiliki oleh perbisnisan dan juga tabungan pribadi jika kita sebagai pembisnis single. Mungkin suatu saat kita akan berhadapan dengan kasus hukum yang akhirnya membutuhkan dana darurat, tidak hanya dari tabungan.

Menjaga Produktifitas Karyawan

Jikalau suatu saat bisnis kita akan “karam” dan para karyawan mengetahuinya, mereka akan merasa khawatir akan pemutus kerjaan atas situasi tersebut. Maka dengan dana talang, kita bisa menjaga agar karyawan tetap produktif dalam bekerja dan membawa bisnis kita kembali ke puncak.

Lalu bagaimana cara menyimpan dana darurat? Sebaiknya dana darurat disimpan pada instrument yang tahan inflasi karena ini bersifat jangka panjang seperti emas. Tidak hanya tahan inflasi, emas juga mudah dicairkan sesuai dengan syarat dari dana darurat.


Oleh : Naufal Abdussyakur – MBS18B - 41803051, Mahasiswa STEI SEBI


Post a comment

0 Comments