Mengidentifikasi dan Mengolah Risiko dalam Berbisnis


 


Saat menjalankan sebuah bisnis pasti kita akan bertemu dengan berbagai macam jenis risiko. Beberapa diantaranya memiliki potensi yang cukup berbahaya bahkan sampai menghancurkan bisnis tersebut, sementara yang lainnya dapat menyebabkan kerusakan yang cukup serius sehingga memakan biaya dan waktu untuk melakukan perbaikan. Terlepas dari risiko tersirat dalam menjalankan bisnis, CEO dan Staff manajemen risiko dapat mengantisipasi dan mempersiapkannya dengan berbagai teknik yang sesuai dengan ukuran bisnis mereka.

Mengidentifikasi Risiko

Jika dan ketika risiko menjadi sebuah kenyataan, bisnis yang sudah dipersiapkan dengan baik itu dapat meminimalisir dampak buruk pada pendapatan, produktivitas kinerja, dan dampak negatif pada pelanggan.

Baik pada bisnis skala Start up ataupun Scale up kemampuan untuk mengidentifikasi risiko adalah bagian terpenting dari perencanaan bisnis strategis. Risiko diidentifikasi melalui beberapa cara. Strategi untuk mengidentifikasi risiko-risiko ini bergantung pada analisis aktivitas bisnis spesifik perusahaan secara komprehensif. Sebagian besar organisasi menghadapi ancaman internal yang dapat dicegah dengan berbagai strategis dan ancaman eksternal yang dapat dikelola melalui penerimaan, transfer, pengurangan atau eliminasi.

Alat dan teknik Identifikasi Risiko

Praktik standar untuk mengidentifikasi risiko adalah meninjau dokumen terkait.

Teknik Pengumpulan Informasi

Teknik yang diberikan mirip dengan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan persyaratan. Ini dia beberapa di antaranya:

1. Brainstorming

Teknik brainstorming dilakukan oleh sekelompok orang yang fokus pada identifikasi risiko proyek dengan cara mengolah pikiran yang kreatif dan imajinatif, metode yang biasa digunakan adalah metode SWOT, Scenario Planning, dan Six thinking hats

2. Teknik Delphi

Dipersiapkannya sebuah tim ahli konsultasi secara anonim (tidak menengenal satu sama lain). Daftar informasi yang yang driperlukan dikirim ke para ahli, lalu tanggapan dikumpulkan, dan hasilnya dikirim kembali kepada mereka untuk ditinjau lebih lanjut hingga tercapai konsensus.

3. Wawancara

Wawancara dilakukan dengan Peserta proyek, Stakeholder, Para ahli, dll untuk mengidentifikasi risiko.

4. Daftar Resiko

Daftar Risiko adalah dokumen hidup yang diperbarui secara berkala selama siklus hidup proyek. Ini menjadi bagian dari dokumen proyek dan termasuk dalam catatan sejarah yang digunakan untuk proyek masa depan.

Setelah risiko diidentifikasi, mereka harus diprioritaskan sesuai dengan penilaian probabilitasnya.Tetapkan skala probabilitas untuk tujuan penilaian risiko.

Misalnya, risikonya :

 Sangat mungkin terjadi

 Memiliki beberapa kesempatan untuk terjadi

 Punya peluang kecil untuk terjadi

 Memiliki peluang yang sangat kecil untuk terjadi

Untuk mengolah segala risiko yang telah diidentifikasi maka ada beberapa cara untuk mengolahnya.

Asuransi risiko terbaik adalah pencegahan. Mencegah terjadinya banyak risiko dalam bisnis Anda paling baik dicapai melalui pelatihan karyawan, pemeriksaan latar belakang, pemeriksaan keselamatan, pemeliharaan peralatan, dan pemeliharaan bangunan fisik.

Seorang anggota Stakeholder yang bertanggung jawab dengan otoritas manajerial harus ditunjuk untuk menangani tanggung jawab manajemen risiko. Komite manajemen risiko juga dapat dibentuk dengan anggota yang diberi tugas khusus untuk melapor kepada manajer risiko.


Oleh : Marita Mahasiswi STEI SEBI Depok


Post a comment

0 Comments