Strategi Bank Syariah Terkait Di Era Disrupsi Teknologi



 Disrupsi sendiri ibarat gebrakan baru yang membawa perubahan sangat pesat , dan menjadi topik yang hangat diperbincangkan dalam dunia bisnis , menghadirkan cara-cara baru dimasa yang akan datang namun bisa diperaktekan masa kini untuk uji coba dengan harapan membuat perubahan drastis dari beragai aspek kehidupan .

Contohnya adalah kehadiran financial technology (fintech) dalam dunia perbankan . kemudahan yang didapat orang tidak perlu jauh dan ribet untuk mendapatkan pinjaman, cukup melalui aplikasi via handphone dan selesai ! dan tidak butuh waktu lama pinjaman dicairkan jika memenuhi prosedur , begitupun investasi masyarakat dimudakan dengan teknologi internet dan handphone (investasi-cocok-setuju-dan selesai) semua dalam waktu singkat . 

disrupsi satu sisi ketika nasabah pada bank konvensional yang ingin mendapatkan dana bisnis dapat berbagi kepemilikan atas usaha yang mereka jalankan dengan investor melalui jasa bank syariah , baik nasabah maupun investor dapat suskes maju bersama dibandingkan dengan bisnis bank konvensional yang keuntungannya satu pihak saja .

Namun cukup disayangkan masyarakat beralasan tidak mau berbagi rugi, bank syariah hanya menggunakan akad mudharabah sebagai akad simpanan bukan investasi . lebih ekstrim lagi , diluar negeri istilah angel investor dengan banyaknya investor yang mau mendanain proyek dengan keungkinan kerugian yang besar , dan juga istilah Venture Capital juga banyak ditemukan diberbagai belahan dunia . fintech justru mempraktekan model bisnis yang mirip dengan mudharabah , tetapi sebaliknya ketika perbankan syariah mengeluarkan produk mirip perbankan konven cukup kesulitan untuk memperbesar market share- nya sehingga terus berkutat di angka 5 persen .

Strategi bertahan di era disrupsi .

Jika perbankan syariah ingin mempertahan kan kakinya untuk terus berdiri di era disrupsi ini , bank syariah harus mengeluarkan produk dan jasa keungan yang lebih uptodate sehingga sejalan dengan semangat disrupsi itu sendiri . melalui 5 pendekatan yang disampaikan oleh Profesor Rheinald Kasali yaitu :

1. Penghematan , disrupsi harus membawa dampak hemat, artinya bank syariah harus menghasilkan produk biaya rendah , sehingga produk dan jasa keuangan syariah harus mampu mengurangin cost of fund penyaluran dana secara keseluruhan agar mampu bersaing dengan bank konvensional . caranya dengan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan platform yang bisa menyalurkan pembiayan investasi langsung dari investor ke korporasi atau masyarakat umum dengan proses cepat, efektif dan efisien .

2. Kualitas lebih baik , bank syariah harus dapat menyediakan pilihan investasi baik dengan akad mudharbah muqayyadah maupun mudharabah mutlaqah sesuai selera masyarakat umum yang selaras dengan ekspetasi dan risiko peluang keuntungannya, dan prosesnya harus dibuat transparan .

3. Ruang lingkup pasar yang baru , pasar keuangan syariah terutama untuk masarakat mikro masih sangat besar, platform yang dibangun harus bisa menjangkau dan memudahkan masyarakat untuk mengakses bank syariah .

4. Mudah diakses dan dijangkau , harus bisa diakses dimana saja , sekalipun diluar negri , karna hal ini tidak sulit diwujudkan di era teknologi saat ini , dengan harapan membuka lebar dan memberi akses yang mudah untuk investor luar memperbesar pangsa pasar bank syariah karena terarik investasi diluar negri .

5. Pintar menghemat waktu dan lebih akurat , tidak boleh bertele-tele dan kompleks , karna tujuan diciptakan untuk mudah digunakan semua kalangan dimana saja , jangan sampai calon investor tidak jadi berinvestasi karna aplikasi yang susah dan tidak efektif .

Maka dari itu jika perbankan syariah mampu menerapkan lima kriteria diatas 100 persen diharapkan mampu bertahan di era disrupsi , dan juga mampu meperkuat psosisinya dala industri keuangan di Indonesia dan dunia International . dan kita sebagai muslim mencoba dari diri sendiri untuk mengembangkan keuangan yang syariah dengan mulai menabung maupun investasi melalui jasa bank syariah .



Oleh: Intan Pertiwi Mps 17 A ( 41702042), Mahasiswi STEI SEBI Depok




Post a comment

0 Comments