Kewajiban Muslimah Terhadap Dirinya

 

Oleh: Siti Irawati Mahasiswi STEI SEBI Depok Manajemen Bisnis syariah

Wanita mempunyai unsur yang sama dengan laki-laki yang terdiri atas tubuh, akal dan ruh. Ketiga unsur tersebut memiliki hak yang harus terpenuhi, yaitu:

1. Perawatan tubuh (Fisik)

Muslimah tentunya memiliki peranan penting dalam rumahnya baik ketika ia menjadi seorang ibu, anak perempuan maupun saudara perempuan. Semestinya dia memiliki ciri khas tersendiri dalam dirinya, baik dari segi akhlak, agama juga penampilan. Seorang muslimah tentulah harus memerhatikan penampilan fisiknya, dengan cara menjaga pola makan dan minumnya.

Rasulullah saw bersabda, “tidak ada tempat yang diisi anak Adam yang lebih berbahaya dari rongga perutnya. Namun, jika memang dia harus melakukannya maka isilah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk udara” (HR. Tirmidzi)

Agar badan tetap sehat wanita juga dianjurkan untuk berolahraga serta harus memerhatikan kebersihan dirinya dengan mandi dan menjaga kebersihan pakaian dan rambut. Rasulullah menganjurkan umatnya melakukan hal itu.

Rasulullah bersabda di dalam hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah “Wajib bagi setiap muslim untuk mandi (minimal) satu kali dalam seminggu, dia bersihkan kepala dan sekujur tubuhnya.” (HR. Bukhari (897) dan Muslim (849)).

Muslimah juga harus memerhatikan kebersihan mulut dan giginya agar tidak menyebabkan bau tidak sedap (bau mulut). Hal lainnya adalah dengan memerhatikan perawatan rambut (mahkota wanita) dengan membersihkan dan menatanya hingga tampak indah dan memesona. Demikian halnya dengan pakaian yang rapi, bersih dan menutup aurat.

Muslimah hendaknya tidak terjerumus ke dalam tabarruj dan berlebih-lebihan dalam berhias. Dengan tubuh yang bersih, pakaian yang rapi dan sopan serta bersikap sederhana dalam setiap lini kehidupannya, tidak meremehkan, tidak pula melampaui batas maka seorang wanita akan menjadi lebih terhormat dan berwibawa.

2. Perawatan akal.

Kebodohan adalah wabah penyakit yang berbahaya dan obatnya hanyalah ilmu. Ilmu yang banyak manfaatnya dan banyak keberkahannya adalah ilmu agama.

Rasulullah SAW bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Majah)

Pertama-tama yang harus dipelajari seorang muslimah adalah membaca Al-Qur’an dan memahami makna-maknanya, menghafal hadits-hadist hukum (sesuai kemampuannya), menelaah shirah Nabawiyah, riwayat hidup ummahatul mukminin dan shahbiyah serta para pengikutnya dan memahami agama secara mendalam (pemahaman tentang iman dan hukum).

Muslimah juga diperbolehkan mendalami ilmu lain yang diminatinya dan bermanfaat untuk kaumnya. Tentunya dengan tetap mengindahkan batasan-batasan syar’i dan dalam koridor yang dibolehkan syariat.

3. Perawatan ruh (spiritual)

Untuk meningkatkan kekuatan ruh adalah dengan melakukan kewajiban dan meninggalkan larangan, menjauhi syubhat kemudian memperbanyak amalan Sunnah, baik shalat, puasa, sedekah serta memperbanyak membaca Al-Qur’an siang dan malam, senantiasa berzikir dengan zikir-zikir yang disyariatkan, baik yang terikat waktu maupun yang tidak. Memilih teman yang baik yang senantiasa mengingatkan kita untuk senantiasa berbuat baik dan mengingatkan untuk menjauhi perbuatan buruk.


Sumber: Fikih Wanita, Dr. Ali Bin Sa’id Al-Ghamidi

Post a comment

0 Comments