MANAJEMAN STRATEGI PEMASARAN BISNIS ERA NABI MUHAMMAD SAW

 

Oleh: Nafis Fauzan Elhafiz Mahasiswa STEI SEBI Depok Manajemen Bisnis syariah

Muhammad bukan hanya sebagai Rasul Allah yang terakhir di utus kepada seluruh umat manusia ,tetapi beliau juga sebagai pebisnis andal dan jitu dalam dunia marketing lima belas masehi silam ,yang memperkenalkan dan mempraktikkan konsep konsep ilmu marketing sesuai prinsip prinsip dan dasar dasar yang berasal dari Al Qur'an,kitab suci terakhir sebagai pedoman dan tuntunan bagi umat manusia.

Konsep konsep marketing yang telah dipraktikkannya tersebut masih relevan sampai sekarang,yang seharusnya dijadikan rujukan oleh umat islam sebagai pengikutnya. Marketing sebagai sebuah konsep yang di munculkan untuk menghasilkan suatu proses penjualan yang bisa menguntungkan baik secara individu maupun berkelompok dengan cara yang halal. Dalam Konteks ini Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah Hadist yaitu:

تِسْعَةُ أَعْشَارِ الرِزْقِ فِي التِّجَارَةِ

“Sembilan dari pintu Rizki ada dalam berdagang“

Dalam hadis lain Rasulullah juga pernah bersabda, tempat yang paling baik adalah masjid dan tempat yang paling jelak ialah Pasar. Dalam konteks ini Rasulullah memiliki landasan yaitu masjid sebagai tempat beribadah umat islam yang memiliki kualitas ketakwaan kepda allah SWT, sedangkan pasar disebutkan sebagai tempat jual beli yang seringkali berpotensi kecurangan, penipuan, dan sering pasar menjadi pusat transaksi sehingga dapat menimbulkan kekacauan terhadap lingkungan sekitar, tidak hanya itu persaingan di pasar terkait dengan harga dan bahan pokok yang tidak memiliki pengawasan dari pemerintah seperti adanya zat (Formalin,pengawet dan pewarna) yang sangat dilarang dalam Agama islam.

Karna itulah islam telah mengajarkan melalui Rasulullah SWT secara langsung dengan cara Allah SWT, melalui tangan Siti Khadijah. Siti Khadijah seseorang yang pintar, sukses meneruskan usaha perdagangan ayahnya, beretika, dan punya keyakinan kuat. Sehingga Rasulullah banyak belajar ketika ikut berdagang Bersama Khadijah, Sampai saat ini Pedoman Ilmu Marketing yang paling Utama yaitu Kejujuran. Agar para pelanggan selalu setia dan merasakan nyaman atas perbuatan dan jasa kita. 

Kesetiaan itu akan terasa ketika ada kepercayaan yang lahir dari hubungan baik dan sikap jujur, begitu pula sebaliknya ketika kita tidak jujur maka pelanggan akan dapat merasakan dari apa yang disembunyikan. Karna itulah modal utama dalam Ilmu marketing yaitu kejujuran. Bahkan soal kejujuran hanya Nabi yang paling bisa dipercaya sehingga disebut Al-amin. Sikap yang diwariskan oleh nabi selain kejujuran Yaitu : Amanah,ikhlas,professional dan Murah hati.

Karna Islam Telah mengajarkan melalui Nabi Muhammad Tentang Konsep Marketing secara islami dan lengkap, yang mungkin tidak banyak dikupas melalui didalam Siroh/buku islami, Namun tidak ada salahnya penulis berusaha menelusuri sesuai kemampuan penulis dari beberapa Jurnal dan buku-buku Siroh Nabi mudah-mudahan pembaca bisa memakluminya. Dalam dunia pemasaran ( Marketing ) Hal dasar yang perlu dilakukan yang paling utama yaitu adalah sikap Kejujuran, Agar para pelanggan tetap setia memanfaatkan jasa dan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan atau individu. 

Sebagimana Ketika Nabi Muhammad Menjual barang Nabi memberi tahukan kondisi barang dan harga jual bahkan memberi tahukan modal dan pengambilan profit dari penjualan sehingga konsumen tahu kondisi dan harga jualnya. Hal inilah yang Nabi Muhammad lakukan sehingga Mendapat keberkahan dan kepercayaan Masyarakat dari sikap kejujurannya. Marketing yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada abad ketujuh masehi yang dilandasi oleh Sikap kejujuran,ikhlas,professional,silahturahmi dan murah hati.

Kelima sikap tersebut berjalan seiring dan bersamaan pada diri Nabi Muhammad SAW yang diaplikasikan secara utuh dan Paripurna sehingga melahirkan sebuah kepercayaan yang sangat optimal. Lalu seperangkat dengan hubungan silahturahmi yang dilandasi suatu sikap murah hati, professional, jujur dan ikhlas yang akan menghasilkan suatu kepercayaan yang dengan sendirinya akan mendapatkan feedback dari suatu sikap tersebut yaitu suatu sikap yang loyalistis tinggi pula. 

Dalam konteks tersebut Nabi Muhammad SAW bersabda : Barang siapa yang ingin dilancarkan Rizkinya dilapangkan oleh Allah dan dipanjangkan usianya maka hendaknya ia menyambung silahturahmi (HR.Muslim dari Anas Bin Malik). Begitupula dengan ilmu silahturahmi itu sangat penting, yang tidak hanya mencakup transaksi saya atau hanya ruang lingkup bisnis dan usaha. Akan tetapi sampai pada hubungan pertemanan dan persaudaraan, serta pada kehidupan sehari-hari. Serta kehidupan sampai pada hubungan bertetangga. Memang hubungan antara manusia tidak hanya terbatas di finansial dalam bisnis semata, oleh karenanya niat baik merupakan aseet utama bagi para pengusaha yang tentunya akan terwujud sekiranya hubungan yang humoris terjalin era antara para pedagang dengan konsumen.

Dalam bisnis dan Pemasarannya,Nabi Muhammad selalu menjelaskan kelebihan dan kekurangan barang tersebut kepada konsument, Masing-masing memiliki hak pilih antara meneruskan transaksinya atau tidak. Selama keduanya masih belum berpisah dipasar (tempat) tsb. Jika keduanya melakukan sebuah Transaksi secara jujur dan secara terbuka menjelaskan (kondisi barang yang dijual) Maka keduanya mendapatkan keberkahan dari Transksi jual beli tsb. Akan tetapi apabila keduanya berdusta (bohong) tidak menjelaskan kondisi barang Ketika barang yang dijual cacat maka lenyap lah keberkahan dari transaksi jual beli tersebut (HR.Muslim dari Hakim bin Hizam) dimulai dari kejujuran hal yang paling utama dalam perniagaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena yang berlaku jujur kepada konsumen mengenai kekurangan dan kelebihan suatu produk akan membuat konsumen atau pembeli percaya kepda kita. Mereka tidak merasa ketipu dan merasa nyaman Bertransaksi dengan kita.

Akan tetapi dengan sebaliknya seringkali kita menjumpai dipasar-pasar, para penjual kerapkali melalukan kecurangan, serta penipuan bahkan seringkali penjual berani bersumpah agar bisa meyakinkan pembeli dalam proses melarikan jualannya. Nabi Muhammad juga pernah bersabda

وَرَجُلٌ أَقَامَ سِلْعَتَهُ بَعْدَ العَصْرِ، فَقَالَ: وَاللَّهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ لَقَدْ أَعْطَيْتُ بِهَا كَذَا وَكَذَا، فَصَدَّقَهُ رَجُلٌ ” ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ: {إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا}

“dan seseorang yang masih menjual dagangannya setelah shalat ‘Ashar [1] lalu dia bersumpah, “Demi Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, sungguh tadi barang dagangan ku sudah laku dengan harga sekian.” Akhirnya pembeli pun percaya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janjinya dengan Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit (yaitu dunia, pent.) (QS. Ali ‘Imran [3]: 77) “(HR. Bukhari no. 2358 dan Muslim no. 108)

Oleh sebab itu dalam bisnis tersebut tidak diperbolehkan melalukan penipuan atau kecurangan, Akan tetapi menjelaskan produk apabila didalamnya terdapat kekurangan. Dalam bisnis juga telah diingatkan oleh nabi Muhammad SAW supaya tidak menjual produk yang menyaingi saudaranya tidak Fair, Sebagai contoh bersaing harga atau tarif untuk menjatuhkan penjual saudaranya. Rasulullah SAW juga bersabda “ Janganlah kamu menjual dan menyaingi penjual saudaramu” (HR.Bukhari dari Abdullah bin Umar bin Khattab) Maka sesuai dengan tuntunannya, maka sebagai umat manusia yang memiliki Akal sehat sudah tentu selalu mengikuti petunjuk yang telah didepakan oleh Rasulullah, Sehingga bisnis yang kita jalankan sesuai dengan ketentuanNya Sebagai mana dalam Al-Qur’an : “Telah aku halalkan jual beli, dan aku haramkan Riba”

Semoga Kita selalu terhindar dari godaan Setan Aminn..


Post a comment

0 Comments