MUSIBAH YANG HADIR TIDAK BERUJUNG SURAM DI AKHIR

Oleh: Diana Fiqi Nugraha, perbankan syariah Mahasiswi STEI SEBI Depok 


 Kebanyakan orang jika mendengar kata gelap pasti akan beranggapan suatu hal yang menakutkan lagi menyeramkan. Bagi yang tak suka dengan kegelapan akan berfikir itu suatu musibah yang menyedihkan. Tetapi perlu disadari ketika kegelapan hadir, belum tentu hal buruk yang akan terjadi melainkan akan ada hal baik lainnya yang berdatangan. Seperti firman Allah swt. dalam QS. Al – Baqarah : 17 yang artinya “Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.”

Di tahun ini banyak sekali berita duka dimana-mana, salah satunya dengan dihadirkannya musibah berupa hujan lebat yang menyebabkan banjir, longsor, kematian dan sebagainya. Dalam Al-Qur’an, surah Al-Baqarah ayat 19, Allah berfirman yang artinya “Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.” Menjadi manusia merupakan suatu tanggungjawab yang besar. 

Karena kita ditugaskan untuk beribadah berupa melaksanakan perintah-Nya dan meinggalkan larangan-Nya. Sehingga Allah akan mendatangkan banyak ujian untuk menaikkan tingkat ketaqwaan kita salah satunya dengan dihadirkannya musibah atau cobaan. Sesuai firman Allah swt. dalam QS. Al – Baqarah ayat 155 yang artinya, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.”

Tepat di hari Minggu, 31 Januari 2021 kemarin beredar berita, bahwa Jawa Tengah perlu waspada akan adanya bencana alam. Dimana Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu daerah yang mengalami cuaca buruk, angin kencang, hujan lebat dan longsor yang mengakibatkan 3 kecamatan yaitu Wuryantoro, Nguntoronadi dan Baturetno mengalami dampak kerusakan. 

Akibat dari bencana itu, banyak rumah rusak karena tertimpa pohon dan tersapu angin kencang. Tak hanya itu, bahkan ruas jalan pun terputus karena tertimpa longsoran tanah. Selain itu, terdapat satu orang yang meninggal akibat tertimpa pohon yang merupakan salah satu warga dari Dusun Nglarangan, Desa Beji, Kecamatan Nguntoronadi. Tak cukup hanya disitu, karena listrik pun terputus selama 2 hari 2 malam.

Contoh kecil di atas perlu disadari, bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini atas kehendak dan izin Allah swt. sesuai dengan firman-Nya dalam QS. At – Tagabun ayat 11 yang artinya, “Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. 

Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” Semua orang pasti pernah berada di posisi yang sangat tidak mengenakkan hati, membuat emosi hingga akhirnya lupa diri bahkan mengalami depresi dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup sesuai kehendak diri sendiri, sehingga tak peduli akan apa yang diterima di akhirat nanti. Atau malah berprasangka buruk kepada sang pencipta dan berakhir merutuk mengolok-olok-Nya. Tanpa pernah mereka sadari betapa indah nan kaya raya nikmat sang pencipta yang mereka terima selama ini. Padahal jika kita bersyukur dan berprasangka baik, pasti kebahagiaan dan hikmah akan menghampiri kita dengan beribu-ribu macam caranya.

 Dan perlu diingat Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Seperti dalam firman Allah swt. dalam QS. Al – Baqarah ayat 286 yang artinya, “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya......”

Mau seberat dan sesusah apapun musibah atau cobaan yang kita alami, sebenarnya Allah swt. telah yakin bahwa kita mampu menghadapinya dan merupakan proses untuk kita lebih memperkuat diri baik jasmani maupun rohani. Maka selain ikhlas dan bersyukur, tawakal pun kuncinya. Selain kita berpasrah diri kepada Allah swt. tapi kita juga perlu melakukan pergerakan untuk mengubah keadaan kita agar menjadi lebih baik. Sesuai firman Allah swt. dalam QS. Ar – Ra’d ayat 11 yang artinya, “.....Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Maka, mari ketika kita sedang diuji mulailah berfikir akan ada hikmah dibalik semua kejadian ini, yang nantinya akan membuat kita lebih mawas diri, berhati nurani, berpribadi yang lebih baik lagi, dan dicintai illahi. Bahkan bahagia dunia akhirat nanti, bersama orang yang kita sayangi. 

Sekian.


Post a comment

0 Comments